Anak – Anak Butuhkan Alat Sekolah Dan Seragam

Jakarta – Komunitas KitaUntukLombok melakukan inisiatif menggalang dana bagi menyediakan seragam dan alat-alat sekolah baru bagi anak-anak korban gempa Lombok.

Bersama Dinas Pendidikan Lombok Utara dan para relawan, pelopor komunitas KitaUntukLombok sudah menyerahkan secara segera paket donasi ke beberapa sekolah di area Lombok Barat dan Lombok Utara.

Kylie Cathleen Situmorang, Pendiri Komunitas KitaUntukLombok mengungkapkan inisitif ini sebagai bentuk empati terhadap korban gempa bumi Lombok.

“Sebagai seorang pelajar, aku sangat memahami kehilangan kesempatan buat belajar yaitu pukulan besar buat siapapun. Itulah yg membulatkan tekad aku ketika membentuk komunitas ini dengan tujuan agar mampu menolong anak-anak Lombok buat tetap mendapatkan edukasi lebih baik paska gempa, dengan memberikan seragam dan peralatan sekolah baru sehingga mereka tak kehilangan semangat buat mengejar cita-citanya,” ungkapnya, seperti yg dikutip dari siaran pers, Jakarta, Senin, (05//11/2018).

Sudah hampir dua bulan sejak bencana gempa bumi berskala 7.0 SR yg mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat. Meski begitu, keadaan terakhir Lombok belum pulih dan masih membutuhkan banyak perbaikan. Salah satu hal yg paling mendesak adalah pemulihan di sektor pendidikan. Menteri Pendidikan Nasional Muhadjir Effendi menyebutkan gempa bumi di Lombok menyebabkan kerusakan terhadap paling tak 534 sekolah dari tingkat SD hingga SMA.

“Ini memang musibah, tapi meskipun dalam keadaan bagaimanapun pendidikan harus tetap berjalan, karena tak mungkin anak-anak kami biarkan masa depannya hancur karena musibah. Kondisi terakhir adalah kalian telah mendirikan kelas-kelas darurat sekitar 1,700 yg tersebar di beberapa desa. Saya mengucapkan terima kasih kepada para relawan Komunitas KitaUntukLombok karena ikut menolong pemulihan pada bidang pendidikan, khususnya di daerah Lombok Utara yg memiliki hampir 42,000 siswa aktif,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Lombok Utara Fauzan, Spd.

Selama dua hari berada di Lombok, Komunitas KitaUntukLombok melihat segera keadaan terakhir beberapa desa di kawasan Lombok Utara, dan Lombok Barat. Hampir semua bangunan rumah, sekolah, posyandu, puskesmas, masjid masih dalam keadaan hancur dan rusak berat. Sampai sekarang, banyak anak-anak korban gempa Lombok yg terpaksa belajar di bawah tenda-tenda darurat dan harus saling bergantian dengan kelas lainnya, sehingga proses belajar mengajar menjadi tak kondusif.

“Ini memang proyek pertama dari Komunitas KitaUntukLombok, tapi harapan kalian program ini tak berhenti sampai di sini. Seterusnya, misi Komunitas KitaUntukLombok mulai berfokus di bidang pendidikan sehingga mampu mendukung dan menolong setiap anak-anak yg membutuhkan buat mendapatkan akses belajar yg lebih baik lagi dimanapun mereka berada,” tambah Kylie. (tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin