Anak Muda Tak Lagi Sulit Tingkatkan Pendidikan

Jakarta – Keinginan buat meningkatkan pendidikan dan keahlian diantara angkatan kerja di Indonesia sebenarnya cukup tinggi.

Banyak juga anak muda yg ingin meningkatkan jenjang pendidikan namun terbentur dengan waktu dan pekerjaan.

Berdasarkan hasil riset yg dikerjakan oleh HarukaEDU mengenai pendidikan tinggi yg diselenggarakan pada bulan April 2018 terhadap 1.521 responden dengan rentang usia 18-35 tahun, sebanyak 69 persen responden lulusan SMA/SMK ingin melanjutkan pendidikan bagi mendapatkan gelar sarjana dan sebanyak 41 persen tertarik pada pembelajaran online.

Survey oleh HarukaEDU ini juga memamerkan bahwa alasan terbesar masyarakat yg ingin meraih gelar sarjana adalah buat mendapatkan pekerjaan yg lebih baik.

Sementara, hambatan terbesar bagi melanjutkan ke tingkat pendidikan tinggi adalah biaya yg tinggi dan kesulitan bagi mengikuti program kuliah reguler karena jadwal kerja yg tak memungkinkan bagi pergi ke kampus setiap hari atau malam.

“Sudah saatnya dunia pendidikan beradaptasi dengan percepatan teknologi informasi, dimana masyarakat dapat menempuh pendidikan tinggi dan meningkatkan keahlian secara fleksibel, terjangkau, namun tetap berkualitas,” papar Novistiar Rustandi, CEO sekaligus Co-founder dari HarukaEDU ketika ditemui di acara Pintaria, Jakarta, Selasa, (24/07/2018).

Pintaria adalah online platform buat pendidikan dan pelatihan. Di Pintaria, pengguna bisa mempelajari berbagai jenis profesi yg sedang dibutuhkan oleh industri, lengkap dengan deskripsi pekerjaan dan standar gaji, pendidikan dan keahlian yg diperlukan, lowongan pekerjaan yg tersedia, dan berbagai program kuliah serta pelatihan yg bisa memberikan pendidikan dan keahlian yg relevan.

Salah satu program utama yg tersedia di Pintaria adalah program kuliah blended learning. Berbeda dengan kuliah online, pada kuliah blended learning, proses pembelajaran dikerjakan dengan metode campuran online dan offline (tatap muka).

“Program kuliah blended learning menawarkan jadwal kuliah yg lebih fleksibel sehingga mahasiswa dapat tetap meraih gelar sarjana di sela-sela kesibukan bekerja. Selain itu, program ini menawarkan kelebihan dibandingkan kuliah online karena masih memberikan kesempatan kepada mahasiswa dan dosen bagi berinteraksi secara segera pada ketika kuliah tatap muka” ujar Novistiar.

Metode kuliah blended learning mampu menjadi solusi cerdas yg tak cuma memberikan kemudahan dari sisi biaya, namun juga dari sisi waktu dan jarak.

Pintaria menawarkan berbagai jenis program kuliah blended learning yg diselenggarakan oleh 10 perguruan tinggi swasta ternama di Jakarta dan Bandung dengan akreditasi program studi A dan B.

“Banyak dari perguruan tinggi swasta tersebut memberikan kemudahan pembayaran biaya kuliah dengan cara dicicil akan dari Rp 700 ribuan per bulan,” tambah Novistiar.

Adapun perguruan tinggi swasta mitra Pintaria yg menyelenggarakan program kuliah blended learning adalah Institut Teknologi Harapan Bangsa (ITHB), PPM Manajemen, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STEI), Sekolah Tinggi Manajemen (STM) Labora, Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), Universitas Krisnadwipayana (UNKRIS), Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA), Universitas MH Thamrin (UMHT), Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Universitas Pembangunan Jaya (UPJ), dan Universitas Sahid (USAHID). (tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin