Anak Penyintas Kanker Jadi Perhatian

Jakarta – Memperingati satu tahun operasional Green Pramuka Square, pihakya menumbuhkan kepedulian buat anak-anak penyintas kanker.

Menurut General Manager Green Pramuka Square Liza Monalisa kegiatan digelar sejak akhir minggu dahulu (3/12) berupa kompetisi stupa art competition merupakan lomba melukis di media berbentuk telor setinggi hampir satu meter yg pemenangnya berdasarkan vote (pilihan) pengunjung.

“Setiap pengunjung yg memberikan vote secara tak segera menyumbangkan Rp 10.000,- yg disalurkan melalui Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) dan berkesempatan memenangkan hadiah smartphone. Periode vote dikerjakan sejak 3 Desember hingga 20 Desember dan diumumkan pada 23 Des,” tuturnya, baru – baru ini.

Selain itu, lanjutnya, sebagai rangkaian kegiatan perayaan setahun operasional Green Pramuka Square sejumlah anak-anak penyintas kanker yg berada di bawah naungan YKAKI juga mulai diundang ke Green Pramuka Square bagi mampu bermain di arena permainan (Funworld).

Pengelola Green Pramuka Square berharap kegiatan yg digelar dengan melibatkan pengunjung mampu meningkatkan kepedulian terhadap anak-anak penyintas kanker di Indonesia yg secara statistik selalu meningkat.

Catatan Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan jumlah masalah anak-anak yg baru terdiagnosa kanker di semua dunia meningkat 13 persen dalam dua dekade terakhir, termasuk perkara di Indonesia.

Tingginya penderita kanker pada anak disebabkan karena tingginya tingkat pencemaran dan polusi serta gaya hidup anak yg semakin tak sehat di wilayah perkotaan (urban) maupun ketidaktahuan masyarakat terhadap gejala kanker.

Terdapat lima macam kanker yg paling banyak diderita anak merupakan kanker darah atau leukimia, kanker otak, kanker syaraf, kanker ginjal dan kanker neuroblastoma. Seluruh kanker tersebut umumnya berkembang akibat lambatnya deteksi dini.

“Harapan kita tentu saja, Green Pramuka Square mampu menjadi bagian dari penanggulangan masalah kanker di Indonesia yg sampai ketika ini masih terbatas dalam hal sarana maupun prasarana perawatannya,” tutur Liza.

Hingga ketika ini dengan jumlah penderita kanker anak yg cenderung meningkat setiap tahunnya cuma terdapat empat instalasi perawatan kanker khusus anak di Yogyakarta, Semarang, Bandung dan Makassar.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin