Anak Remaja Penting Paham Kebersihan Organ Intim

Jakarta – Kurangnya pemahaman mengenai risiko infeksi yg meningkat selama menstruasi, diperparah dengan tak banyak anak remaja yg mengetahui pentingnya kebersihan organ intim.

Menurut riset Burnet Institute tahun 2015, terhadap 1150 murid perempuan di Indonesia, menemukan, sekitar 67 persen mulai perempuan di kota dan 47 persen di desa mengganti pembalut setiap 4-6 jam sekali. Sisanya, mengganti pembalut kurang dari dua kali sehari.

Mengutip dari buku saku Sehat dan Bersih ketika menstruasi yg dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan, Perkumpulan Obsteri dan Ginekologi Indonesia, Jakarta, ditulis, Selasa, (20/03/2018), cuma sekitar 63 persen responden yg mengerti menstrual hygiene management, ketika menstruasi pertama terjadi. Sebagian lainnya tak mengerti apa yg harus dilakukan.

Kemudian, cuma satu dari dua anak perempuan mencuci tangannya sebelum dan setelah mengganti pembalut. Dengan keadaan kurangnya pemahaman mengenai risiko infeksi yg meningkat selama menstruasi, hal ini membuat kesehatan produksi perempuan sangat sensitif.

Kondisi risiko meningkat tersebut karena berikut ini.

1. PH yg meningkat selama periode menstruasi. Pada keadaan normal, pH area kewanitaan ideal adalah 3,5 – 4,5 tetapi pada ketika menstruasi meningkat hingga 7,4. Ketika pH meningkat, jumlah bakteri baik di area kewanitaan mulai menurun sehingga risiko infeksi meningkat.

2. Kondisi lembab membuat lebih banyak kuman baik bakteri atau jamur berkembang.

3. Adanya faktor – faktor seperti pembalut dan pakaian dalam yg harus dijaga kebersihannya selama menstruasi. (tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin