Apoteker Berkewajiban Mengedukasi Pasien

Jakarta-Apoteker milik peran utama untuk perubahan di dunia kesehatan. Seorang apoteker mempunyai kewajiban bagi memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai obat-obatan.

Seperti disampaikan oleh Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI Maura Linda Sitanggang. Maura memberi contoh perihal pemberian antibiotik kepada pasien yg tanpa memakai resep dokter.

“Apoteker bisa menjadi agen perubahan buat masyarakat khususnya tentang antibiotik dimana seorang apoteker tak boleh memberikan antibiotik tanpa resep dokter. Kalaupun mereka membeli dengan resep dokter, maka apoteker harus mengingatkan bahwa antibiotik harus dihabiskan,” kata Maura di sela-sela Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) dan Rakernas Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), di ICE BSD, Tangerang Selatan, Rabu (6/9/2017).

Tak berhenti sampai di situ, lanjut Maura, apoteker juga bertugas memberi pengertian mengenai manfaat antibiotik yg harus dihabiskan oleh sang pasien.

“Karena merasa kesehatannya telah membaik, orang terkadang tak menghabiskan antibiotik. Bahkan ada yg menyimpan antibiotik. Nanti saat yg bersangkutan itu sakit, dia mulai memakai antibiotik itu lagi. Padahal penggunaan antibiotik ada masa pakainya,” papar Maura.

Sementara itu, Ketua Umum PB IAI Nurul Falah Eddy Pariang menambahkan, tak cuma soal antibiotik, apoteker juga tak boleh memberikan obat keras tanpa resep dokter.

Nurul menambahkan, ketika ini jumlah apoteker yg teregistrasi di Kementerian Kesehatan hampir 70 ribu orang. Meski demikian, dia mengakui penyebaran apoteker belum merata. Masih sedikit apoteker yg bekerja di Puskesmas.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur dalam kesempatan yg sama mengatakan, apoteker adalah jabatan yg mempunyai ruang lingkup, tugas, tanggung jawab, dan wewenang bagi melaksanakan pekerjaan kefarmasian pada unit pelayanan kesehatan yg diduduki oleh Pegawai Negeri Sipil dengan hak dan kewajiban yg diberikan secara penuh oleh pejabat yg berwenang.

“Artinya bahwa Jabatan Fungsional Apoteker yaitu jabatan karier buat PNS dan tak bisa diduduki oleh non-PNS atau PPPK,” ujarnya.

Menteri Asman mengimbau apoteker bagi menjalankan kewajibannya sebagai apoteker merupakan dengan melakukan layanan kefarmasian dengan memberikan keterangan seluas-luasnya mengenai obat kepada masyarakat.

“Tentunya saudara sekalian dituntut buat membangun sistem dan prosedur kerja yg lebih berorientasi pada ciri-ciri organisasi modern, yakni pelayanan cepat, tepat, akurat, terbuka dengan tetap mempertahankan kualitas, efesiensi biaya, dan ketepatan waktu,” katanya. [adc]
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin