Asupan Tepat Untuk Atasi Masalah Berat Badan Anak

Jakarta – Salah satu penyebab weight faltering maupun stunting adalah pemberian MPASI tak tepat waktu atau tak cukup.

Pada anak di usia ASI eksklusif, pertama kali perlu dievaluasi cara Ibu memberi ASI.

“Perbaiki posisi menyusui dan perlekatan payudara, lihat selama dua minggu,” Dr. dr. Damayanti Rusli Sjarif, Sp.A(K), Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik FKUI/RSCM, Jakarta, Selasa, (14/08/2018).

Bila Berat Badan (BB) berhasil naik, ASI tinggal dilanjutkan. Bila BB tetap atau turun, ASI tetap dilanjutkan, dengan ditambah asupan lain.

“Bila usia anak kurang dari 4 bulan, belum boleh mendapat makanan. Pilihannya adalah donor ASI yg aman, atau susu formula dengan standar CODEX,” terangnya.

Pada anak kurang dari 4 bulan, harus dilihat kondisinya, apakah telah memamerkan tanda-tanda bersiap makan. Yakni kepala telah tegak, lidah tak menjulur-julur lagi. Bila kepala belum tegak, belum mampu diberi makanan padat karena mampu tersedak.

Lantas, makanan apa yg harus diberikan bagi pemulihan?

“Prinsipnya, harus melengkapi zat gizi yg tak cukup dari ASI. Komposisinya mengacu pada ASI, dan kualitasnya sebaik ASI,” ujar Dr. dr. Damayanti.

Ini tak dapat dicukupi cuma dengan tepung beras, bubur kacang hijau,atau puree sayur dan buah.

Komposisi ASI terdiri dari 55 persen lemak, 30 persen karbohidrat, dan lebih dari 5 persen protein.

“Ketiga zat gizi ini yg yaitu makronutrisi; lemak, karbohidrat dan protein adalah building block bagi pembentukan otak dan pertumbuhan tinggi badan,” tegas Dr. dr. Damayanti.

Makanan pemulihan harus mengandung protein hewani dan energy yg cukup.

“Stunting pada balita di Indonesia banyak disebabkan oleh asupan protein hewani yg tak adekuat pada dua tahun pertama kehidupan,” tambahnya.

Asupan energy pun harus cukup karena bila kurang, protein yg masuk mulai dipakai menjadi energy, bukan buat pertumbuhan.

Sumber protein hewani terbaik yakni whey protein, telur, susu, ikan, ayam, dan terakhir daging merah.

“Bila tak memungkinkan MPASI rumahan, WHO memperbolehkan MPASI yg sesuai dengan Codex. Produk dengan ijin edar BPOM pasti telah mengikuti Codex,” papar Dr. dr. Damayanti.

Codex adalah aturan produk makanan yg sesuai dengan ketentuan WHO dan FAO.
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin