Audit Komprehensif Temuan Parasit Cacing

Jakarta – Menindaklanjuti temuan parasit cacing pada ikan makerel dalam kaleng, BPOM RI bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Kementerian Perindustrian melakukan audit komprehensif.

Audit tersebut dengan mekanisme joint inspection ke sarana produksi dalam negeri yg memproduksi produk ikan makerel dalam kaleng sebagaimana terlampir pada penjelasan BPOM Rl tanggal 28 Maret 2018.

Audit komprehensif ini dikerjakan buat memeriksa proses yg dikerjakan secara menyeluruh serta mengidentinkasi titik kritis yg memungkinkan standar mutu dan keamanan produk akhir tak terpenuhi.

Berdasarkan hasil audit komprehensif diketahui bahwa parasit cacing yaitu cacing laut macam Anisakis, bukan cacing pita, berasal dari bahan baku ikan makerel di laut yg berasal dari impor.

Kementerian Kelautan dan Perikanan mulai melakukan langkah pencegahan antara yang lain dengan pemeriksaan lebih intensif terhadap fenomena alam yg mempengaruhi kualitas bahan baku ikan makerel.

Sementara itu, BPOM RI selalu memantau proses penarikan berdasarkan kode produksi terdampak parasit cacing yg dikerjakan oleh pelaku usaha. Dipastikan bahwa semua bets produk ikan makerel dalam kaleng yg disebutkan dalam lampiran produk yg ditarik, telah dalam proses penarikan produk oleh pelaku usaha dan dalam pengawasan BPOM Rl.

Hal itu sudah diverifikasi dalam joint inspection yg dikerjakan bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Kementerian Perindustrian sampai dinyatakan selesai dan memenuhi ketentuan yg berlaku.

“Masyarakat tak perlu khawatir dengan produk ikan makerel dalam kaleng yg beredar, karena proses penarikan produk ikan makerel kaleng dari kode produksi tertentu tersebut sudah dikawal oleh segala pemangku kepentingan. Masyarakat juga tak perlu takut buat mengonsumsi produk ikan dalam kaleng. Pemerintah dan pelaku usaha mulai memastikan produk yg tak memenuhi syarat tak lagi beredar di masyarakat”, jelas Kepala BPOM Rl, Penny K. Lukito, seperti yg dikutip dari siaran pers, Jakarta, Jumat, (06/04/2018).

Lebih jauh Kepala BPOM Rl mengatakan bahwa temuan parasit cacing ini menjadi pembelajaran bersama.

“Sebagai regulator, BPOM RI mulai selalu meningkatkan efektivitas pengawasan. Disisi yang lain pelaku usaha mulai memperbaiki dan mengingkatkan profesionalisme dalam keamanan dan mutu produk. Masyarakat sebagai konsumen mampu berperan aktif dalam pengawasan obat dan makanan dengan melaporkan seandainya menemukan produk yg bermasalah,” tambah Penny K. Lukito.

BPOM Rl tak bosan mengajak masyarakat buat terus ingat Cek KLIK (Kemasan, Label, izin Edar dan Kedaluwarsa) sebelum membeli atau mengonsumsi produk pangan. Pastikan kemasannya dalam keadaan utuh, baca keterangan pada label, pastikan memiliki izin edar dari BPOM RI, dan tak melewati masa kedaluwarsa.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin