Bahaya Jika Remaja Kegemukan Dan Obesitas

Jakarta – Kegemukan dan obesitas menjadi salah satu persoalan yg timbul pada remaja. Hal ini mampu menimbulkan penyakit tak menular yg sangat serius.

Pola makan remaja yg tergambar dari data Global School Health Survey tahun 2015, antara lain: Tidak terus sarapan sekitar 65,2 persen, sebagian besar remaja kurang mengonsumsi serat sayur buah, sekitar 93,6 persen dan kadang mengkonsumsi makanan berpenyedap 75,7 persen.

“Selain itu, remaja juga cenderung menerapkan pola sedentary life, sehingga kurang melakukan aktifitas fisik 42,5 persen. Hal-hal ini meningkatkan risiko seseorang menjadi gemuk, overweight, bahkan obesitas,” ujar Plt. Dirjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI, dr. Pattiselano Robert Johan, MARS, Jakarta, Selasa, (15/05/2018).

Masih menurutnya, obesitas meningkatkan risiko penyakit tak menular seperti hipertensi, penyakit kardiovaskuler, diabetes mellitus, kanker, osteoporosis dan lain-lain yg berimplikasi pada penurunan produktifitas dan usia harapan hidup.

“Pada prinsipnya, sebenarnya obesitas remaja bisa dicegah dengan mengatur pola dan porsi makan dan minum, perbanyak konsumsi buah dan sayur, banyak melakukan aktivitas fisik, hindari stres dan cukup tidur,” tambahnya.

Dalam paparannya, dia menegaskan bahwa segala masyarakat perlu memahami pentingnya gizi buat kesehatan dalam setiap siklus kehidupan, karena gizi adalah investasi bangsa. (tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin