Banyak Perempuan Yang Tak Sadar Pentingnya Gizi

Jakarta – Lebih kurang dari 89,1 persen perempuan hamil yg mendapatkan tablet tambah darah, cuma 33,3 persen yg konsumsi tablet tambah darah minimal 90 tablet selama kehamilan.

Hal tersebut merujuk dari data yg ada dari RISKESDAS 2013. Hal ini memamerkan bahwa kebanyakan keluarga tak memiliki pengetahuan tentang gizi dan perilaku kesehatan yg tepat. Kemudian, yg paling khusus adalah masih banyak perempuan yg tak menyadari pentingnya gizi buat diri mereka sendiri.

Contoh lainnya adalah belum segala anak usia 0-5 tahun mendapatkan Air Susu Ibu (ASI) secara esklusif. Menurut data PSG 2016 menyebutkan cuma 54 persen yg menerima ASI esklusif.

Hal ini mengindikasikan bahwa masyarakat khususnya keluarga, membutuhkan pelayanan konseling ASI esklusif dan praktik – praktik pemberian makan serta pola asuh bayi dan anak yg tepat agar tercukupi kebutuhan gizinya.

Lebih penting adalah bagaimana masyarakat dapat memberikan dukungan kepada ibu dan ayah buat memberikan makanan yg tepat untuk buah hatinya.

“Sudah lebih dari setengah abad kalian memperingati hari gizi, semoga peringatan tahun ini menjadi momentum utama bagi perbaikan gizi bangsa ke depan,” papar Anung pada acara puncak peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) ke 58, di Auditorium Siwabessy Kementerian Kesehatan RI, Jakarta Selatan, Kamis (25/01/2018).

Harapannya, melalui interaksi dan sinergi, lintas sektor, dapat mewujudkan kemandirian keluarga Indonesia dalam menjaga 1000 hari pertama kehidupan generasi bangsa, sehingga stunting dapat kalian cegah.

Seperti yg diberitakan sebelumnya, stunting (kerdil/pendek) adalah salah satu persoalan gizi kronis yg menjadi priotas pembangunan kesehatan dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional tahun 2015-2019.

Stunting yaitu manifestasi dari kegagalan pertumbuhan atau growth faltering yg dimulai sejak dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin