Bergerak Saat Duduk Menurunkan Risiko Penyakit

New Delhi – Jika Anda terus bekerja duduk dan aktivitas fisik yg dikerjakan sangat terbatas, hal ini aman berdampak pada kesehatan, termasuk berat badan menumpuk.

Mengutip dari zeenews, Jumat (05/01/2018), siapapun yg terlalu sibuk dengan pekerjaan dan malas bagi bergerak, minimal berjalan, mulai meningkatkan risiko obesitaa, penyakit jantung, diabetes dan berbagai macam penyakit kanker lainnya.

Selain itu, terdapat persoalan punggung, tulang rapuh, dan lain-lain juga mulai timbul.

Sesuai dengan penelitian terbaru, hal itu bahkan bisa menyebabkan kematian dini. Duduk sepanjang hari di tempat kerja mampu membunuh Anda dengan perlahan tetapi inilah sesuatu yg mampu menolong Anda mengatasi dampak buruknya.

Sebuah studi sudah menyarankan bahwa gerakan terus-menerus sambil duduk bisa meningkatkan tingkat metabolisme lebih dari berdiri di meja kerja. Craig Horswill, profesor kinesiologi dan gizi klinis di University of Illinois di Chicago, menyampaikan bahwa studi tersebut tidak mengurangi bukti yg memperlihatkan strategi buat meningkatkan thermogenesis aktif yg tak aktif – yg didefinisikan sebagai aktivitas spontan yg tak terkait dengan rutinitas kebugaran – adalah dibutuhkan bagi menolong mengatasi efek merugikan dari duduk berkepanjangan.

Duduk sudah diidentifikasi sebagai faktor risiko kematian dini, terlepas dari adanya penyakit, seperti kanker atau diabetes. Sampai 7 persen kematian sudah dikaitkan dengan duduk sendirian.

“Duduk buruk buat kesehatan kita, tetapi ini adalah bagian besar dari kehidupan sehari-hari buat banyak orang,” kata Horswill, seorang ahli dalam latihan dan metabolisme di UIC College of Applied Health Sciences.

“Olahraga adalah cara yg baik bagi mengatasi efek negatif dari duduk, tetapi cuma menggabungkan aktivitas fisik ke dalam satu hari kalian mungkin tak cukup buat mengatasi kerusakan yg disebabkan oleh duduk lama dan gaya hidup yg tak menetap,” tambahnya.

Para peneliti menemukan bahwa gerakan sederhana duduk dengan memakai alat dan bergerak, sementara duduk meningkatkan tingkat metabolisme lebih dari duduk dan lebih dari berdiri, masing-masing 17 dan 7 persen, dan tak memiliki efek merugikan pada fungsi kognitif.

“Hasil ini memamerkan bahwa thermogenesis aktif yg tak aktif, yg kami sebut NEAT, mampu meningkatkan pergerakan dan pembakaran kalori, dan mungkin berpotensi mempengaruhi kesehatan,” kata Horswill, penulis senior studi ini.

“Kami berharap mampu melihat tingkat metabolisme meningkat setiap tahap progresif, namun ternyata tingkat metabolisme dari gerakan ketika duduk sama atau lebih tinggi dari pada tingkat ketika berdiri.” Temuan tersebut dipublikasikan di jurnal Work.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin