BKKBN Resmikan Pusat Penelitian Potensi Pegawai

Jakarta – BKKBN secara resmi membuka Assessment Center BKKBN sebagai pusat penilaian potensi dan kompetensi pegawai dengan memakai berbagai teknik atau metode.

Assessment Center BKKBN dapat dipergunakan buat ASN BKKBN, ASN yg mulai pindah antar instansi juga terbuka untuk ASN kementerian atau lembaga negara lainnya.

Dengan tersedianya tenaga asesor, sarana dan prasarana serta struktur Assessment Center diharapkan kegiatan asesmen bisa dilaksanakan kepada segala ASN BKKBN secara berkala sehingga mampu mendukung terwujudnya manajemen talenta BKKBN.

Plt. Kepala BKKBN, Sigit Priohutomo menyatakan BKKBN tentunya memerlukan dukungan SDM yg memiliki dedikasi tinggi dan berkualitas baik.

“Penilaian kompetensi atau yg kerap dikenal dengan assessment kompetensi menolong pemerintah baik di pusat maupun didaerah buat menciptakan pemimpin yg berkualitas”, kata Sigit Priohutomo, Jakarta, Jumat, (30/11/2018).

Kebutuhan mulai keberadaan assessment center pun semakin dirasakan seiring dengan semakin berkembangnya perencanaan dan penataan SDM berbasis kompetensi di BKKBN. Disamping itu dengan semakin bertambahanya jumlah pegawai BKKBN, dengan dialihkannya Penyuluh Keluarga Berencana pada 1 Januari 2018 sehingga total jumlah pegawai BKKBN ketika ini sejumlah 17.916 orang.

Tentu dengan jumlah yg besar ini, maka tantangan terhadap penataan manajemen SDM Aparatur semakin besar. Perlu dikerjakan kegiatan bagi meningkatkan kualitas setiap pegawai sekaligus menjaganya agar terpelihara secara berkelanjutan. Salah satu kegiatan tersebut adalah assessment kompetensi bagi seluruh pegawai.

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara mengamanatkan bahwa manajemen Aparatur Sipil Negara berdasarkan pada perbandingan antara kompetensi dan kualifikasi yg diperlukan oleh jabatan dengan kompetensi dan kualifikasi yg dimiliki pegawai.

Karena itu, dalam pengembangan karir ASN BKKBN terus mengutamakan kesesuaian hasil penilaian kompetensi pegawai dengan standar kompetensi jabatannya.

Tidak cuma itu, BKKBN juga sudah launching Sistem Informasi Visum Kinerja (SIVIKA) versi 2.0 yg yaitu pengembangan dari SIVIKA versi 1.0 yg sudah selama kurang lebih 1 tahun digunakan oleh Aparatur ASN BKKBN non Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) sebagai bagian dalam sistem pengukuran dan penilaian kinerja pegawai yg terintegrasi dengan kebijakan pemberian tunjangan kinerja, kenaikan pangkat, promosi jabatan, diklat dan hukuman disiplin.

“Untuk itu aku menyambut baik dengan hadirnya SIVIKA versi 2.0 yg dengan penambahan fungsi didalamnya yg tentunya diharapkan mampu menjamin objektivitas pembinaan ASN yg didasarkan pada sistem prestasi dan sistem karier,” tambahnya.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin