Buku KIA Penting Untuk Kesehatan Ibu Dan Anak

Jakarta – Kementerian Kesehatan memutuskan bahwa buku kesehatan ibu dan anak (Buku KIA) menjadi satu-satunya alat pencatatan pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Hal itu dapat dicatat sejak ibu hamil, melahirkan dan selama nifas hingga bayi yg dilahirkan berusia 5 tahun, termasuk pelayanan imunisasi, gizi, tumbuh kembang anak dan KB.

Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan, dr. Kirana Pritasari, MQIH, menyatakan kebijakan Buku KIA setelah lama ditetapkan, namun hingga ketika ini, komitmen dalam pemanfaatannya di masyarakat masih belum sesuai harapan, sehingga perlu penguatan terutama kelengkapan pengisiannya oleh petugas kesehatan, kader dan orangtua.

Buku KIA sangat bermanfaat buat meningkatkan kesehatan ibu dan anak, karena berisi keterangan kesehatan, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan meliputi imunisasi, gizi seimbang dan Vitamin A.

Pesan penguatan pemanfaatan Buku KIA disampaikan pada Workshop Advokasi Pemanfaatan Buku KIA bagi Kesehatan Ibu, Anak, dan Gizi dalam memperkuat suplementasi Vitamin A dengan tujuan buat memperoleh komitmen, dukungan kebijakan dan implementasi bagi penerapan buku KIA di semua provinsi.

Upaya advokasi ini diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan bekerjasama dengan Nutrition International, sebagai mitra pembangunan yg mendukung sosialisasi penggunaan buku KIA kepada lintas program dan lintas sektor terkait sehingga bisa meningkatkan integrasi pemanfaatan Buku KIA.

Kementerian Kesehatan sudah mencetak dan mendistribusikan Buku KIA ke daerah sejumlah 94 persen dari jumlah sasaran ibu hamil, dan semua Puskesmas sudah menerima Buku KIA yg didistribusikan Dinas Kesehatan Kab/Kota.

Namun data survei kesehatan nasional (Sirkesnas 2016) memperlihatkan sebanyak 81,5 persen ibu hamil menyatakan memiliki Buku KIA, namun cuma 60,5 persen di antaranya yg mampu memperlihatkan buku KIA.

Tahun 2016, Direktorat Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan melakukan monitoring dan evaluasi terkait pemanfaatan buku KIA di 9 Kabupaten/Kota fokus Toba Samosir, Ogan Komering Ilir (OKI), Kota Bandar Lampung, Kota Tangerang, Jakarta Timur, Kota Bogor, Sukoharjo, Nganjuk dan Gowa yg memamerkan cuma 18 persen yg diisi lengkap dengan tingkat keterisian paling banyak pada pelayanan kesehatan masa kehamilan dan bayi baru lahir.

Hasil analisis data Riskesdas 2013 dan Sirkesnas 2016 memamerkan terdapat keterkaitan antara kepemilikan Buku KIA dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Ibu yg memiliki buku KIA lebih kadang melakukan pemeriksaan kehamilan, lebih banyak bersalin dengan pertolongan tenaga kesehatan dan lebih banyak bersalin di fasilitas kesehatan dibandingkan ibu yg tak memiliki Buku KIA.

Bayi dari ibu yg memiliki Buku KIA juga lebih banyak mendapat imunisasi dasar lengkap daripada bayi dari ibu yg tak memiliki Buku KIA, sehingga mampu disimpulkan bahwa Buku KIA berdampak positif pada perubahan perilaku ibu.

“Secara garis besar, terdapat dua elemen utama dari Buku KIA, merupakan media keterangan dan media pencatatan (monitoring) di keluarga/masyarakat,” ungkap dr. Kirana baru – baru ini.

Buku KIA mengintegrasikan beberapa catatan kesehatan di komunitas seperti Kartu Menuju Sehat (KMS) buat mengukur pertumbuhan dan perkembangan bayi balita, kartu imunisasi, kartu ibu dan beberapa hal lainnya.

Buku KIA berisi keterangan utama mengenai kesehatan ibu dan anak yg perlu dikerjakan oleh ibu, suami dan keluarganya secara singkat dan padat, termasuk mengenai kewaspadaan keluarga dan masyarakat mulai kesakitan dan persoalan kegawatdaruratan pada ibu hamil, bayi baru lahir dan balita, sehingga pada akhirnya buku KIA menyumbang penurunan angka kematian bayi dan balita.

Manfaat Buku KIA tak saja pada sektor kesehatan, tapi telah diintegrasikan dengan sektor lain, diantaranya surat informasi lahir buat mempermudah mendapatkan akte, buku pegangan pendamping Program Keluarga Harapan, sebagai media pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak anak di PAUD, Bina Keluarga Balita dan lain-lain.
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin