Cegah Osteoporosis Sejak Dini

Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Osteoporosis yg jatuh setiap 20 Oktober, Kementerian Kesehatan RI kembali mengajak masyarakat Indonesia bagi hidup aktif cegah osteoporosis.

Hidup aktif bisa dikerjakan dengan aktif beraktivitas fisik dan rutin latihan fisik atau olahraga. Agar upaya pencegahan osteoporosis lebih menyenangkan, Kementerian Kesehatan RI merekomendasikan masyarakat Indonesia buat melakukan olahraga rekreasi bersama keluarga, sahabat, maupun kolega.

Osteoporosis adalah keadaan tulang yg menjadi tipis, rapuh, keropos, dan gampang patah akibat berkurangnya massa tulang dalam jangka waktu yg lama. Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Gizi Departemen Kesehatan RI pada 2005 launching hasil analisa data risiko Osteoporosis yg dikerjakan di 16 wilayah di Indonesia. Analisa ini memperlihatkan prevalensi osteopenia (osteoporosis dini) mencapai 41,7 persen dan prevalensi osteoporosis mencapai 10,3 persen.

Hal ini berarti 2 dari 5 penduduk Indonesia memiliki risiko terkena osteoporosis, yg mana 41,2 persen dari keseluruhan sampel berusia kurang dari 55 tahun terdeteksi menderita osteopenia.

“Pemerintah Indonesia sudah mengeluarkan Instruksi Presiden No. 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). GERMAS yaitu penguatan upaya promotif dan preventif yg ditujukan buat menurunkan beban penyakit menular dan penyakit tak menular, kematian maupun kecacatan; menghindarkan terjadinya penurunan produktivitas penduduk; dan menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan karena meningkatnya penyakit dan pengeluaran kesehatan,” kata drg. Kartini Rustandi, M.Kes, Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga, Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Jumat, (19/10/2018).

Lebih lanjut drg. Kartini mengatakan, salah satu fokus GERMAS adalah rutin aktivitas fisik 30 menit setiap hari.

“Kementerian Kesehatan RI selalu menerus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya beraktivitas atau latihan fisik sebagai upaya pencegahan dini penyakit menular maupun tak menular. Salah satu penyakit berbahaya yg mengancam kesehatan masyarakat Indonesia adalah osteoporosis yg dijuluki The Silent Epidemic Disease, karena menyerang secara diam-diam tanpa adanya tanda-tanda khusus, hingga seseorang mengalami patah tulang,” tambahnya.

Osteoporosis secara negatif memengaruhi keadaan ekonomi maupun sosial seseorang. Dampak ekonomi meliputi biaya buat pengobatan dan hilangnya waktu kerja atau produktivitas. Osteoporosis sangat berbahaya dan tak dapat disembuhkan, oleh karena itu sangat utama buat mencegah osteoporosis sejak dini. (tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin