Diagnosa Tepat, Hindari Salah Guna Antiobiotik

Jakarta – Bakteri bisa timbul dimana pun. Salah satunya ada di rumah sakit.

Karena itu, saat pulang ke rumah sakit harusnya mengganti baju, keramas, dan mandi. Ini agar tak terjadi penyebaran bakteri. Hal yg paling kadang menularkan bakteri adalah tenaga kesehatan.

“Stetoskop dokter itu berpindah – pindah. Karena itu, para tenaga kesehatan saat ingin memeriksa pasien harus mencuci tangan terlebih dahulu,” kata Harry Parathon SpOG, Komite Pengendalian Resistensi Antimikroba Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, ketika ditemui di diskusi kesehatan dengan tema Mengenal Baakteri dan Risiko Terhadap Kesehatan diadakan oleh Kalbe Group,Senin, (24/09/2018).

Masih menurutnya, bakteri yg tersebar mulai menimbulkan Infeksi. Dia menegaskan, bakteri jaman sekarang dengan jaman lalu berbeda. Sehingga apa yg dilakukan. Karena itu, dokter yg memeriksa harus memiliki basik yg sangat baik sebelum menentukan antibiotik apa yg cocok kepada pasien.

“Untuk pasien tak boleh salah menentukan antibiotiknya. Tidak boleh salah menentukan dosisnya. Tidak boleh salah penggunaan antibiotiknya. Semoga mampu ada alat yg menentukan lebih cepat bagi mendeteksi bakteri yg ada di dalam tubuh pasien yg menderita penyakit berat,” tambahnya.

Sekarang banyak terjadi penggunaan antibiotik yg salah dan mencoba – coba. Ini khusus bagi yg sakit berat – berat.

“Seperti coba – mencoba memberikan antibiotik. Apakah cocok atau tidak. Lebih baik memakai uji laboratorium yg lengkap buat menentukan apa antibiotik yg tepat,” ujarnya.

Namun, ketika ini yg terjadi adalah tak segala memakai uji laboratorium yg lengkap. Misalnya seandainya dokter memakai sarana laboratorium yg mahal tetapi ternyata penggunaan antibiotiknya lebih efektif. Dibanding dokter yg tak memakai laboratorium lengkap.

Dengan uji laboratoriun lengkap Ini mulai menjadikan pasien mondok yg tak terlalu lama di rumah sakit. Penggunaan antibiotik lebih tepat. Dan kemudian ini mampu menekan anggaran belanja antibiotik di sebuah rumah sakit.

“Mudah-mudahaan dapat menjadi langkah yg tepat diambil rumah sakit bagi melakukan diagnosa yg lebih lengkap bagi pasien agar tepat penggunaan antibiotik,” katanya.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin