Fakta Dan Mitos Tentang Leukemia

Jakarta – Kanker adalah penyebab kematian terbesar kedua di dunia, dan ketujuh di Indonesia.

Salah satu tipe kanker yg paling ganas merupakan leukemia, dengan Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) mencatatkan adanya peningkatan jumlah perkara baru dan kematian akibat leukemia secara menahun antara 2010-2013.

Walaupun banyak orang sudah mengenal namanya, masih banyak pula mitos ataupun kesalahpahaman yg beredar di publik terkait tipe kanker ini.

Sebagai bagian dari komitmennya buat menolong pasien kanker mendapatkan hasil klinis yg paling optimal, Parkway Cancer Centre (PCC), salah satu pusat perawatan kanker swasta terkemuka dari Singapura, hari ini menyelenggarakan sesi keterangan publik di Jakarta bagi membongkar sejumlah mitos yg paling umum ditemui tentang kanker darah.

Salah satu mitos yg beredar adalah Leukemia sama dengan kanker darah. Untuk di Indonesia, kata leukemia kadang digunakan bagi menyebut kanker darah. Padahal, faktanya kanker darah adalah sebuah terminologi dengan cakupan yg lebih luas.

“Leukemia cuma salah satu tipe kanker darah, dan bukan satu-satunya kanker darah itu sendiri,” kata Konsultan Senior Hematologi PCC Dr. Lim ZiYi, Jakarta, Kamis, (06/09/2018).

Masih menurutnya, kesalahpahaman ini muncul karena leukemia adalah tipe yg paling banyak didengar publik. Selain leukemia, ada dua tipe kanker darah lainnya, merupakan limfoma (kanker kelenjar getah bening) dan myeloma.

“Secara umum, kanker darah merujuk pada tipe kanker yg mengganggu produksi dan fungsi sel darah. Pada kebanyakan kasus, sel abnormal, atau kanker, tumbuh tak terkontrol sehingga mengganggu pembentukan sel darah sehat. Akibatnya, sel darah tak dapat menjalankan fungsinya, seperti mencegah infeksi atau pendarahan,” tambah Dr. Lim.

Perlu diketahui, leukemia yaitu tipe kanker darah yg mengganggu fungsi sel darah putih, akibat pertumbuhan sel darah putih abnormal yg terlalu cepat. Sementara, limfoma mempengaruhi kerja kelenjar getah bening dan sistem limfatik yg berfungsi mengurangi kelebihan cairan dalam tubuh dan memproduksi sel imunitas.

Kemudian, myeloma mempengaruhi sumsum tulang dan bisa tumbuh di berbagai bagian tubuh yg memiliki sumsum tulang seperti tulang panggul dan tulang belakang. Karena mampu tumbuh di beberapa bagian pada ketika bersamaan, myeloma tidak jarang disebut pula sebagai multiple myeloma.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin