Fakta Kematian Ibu Dan Neonatal Di Indonesia

Jakarta – Kematian ibu dan anak baru lahir menjadi salah satu penyumbang kematian terbesar bagi perempuan di Indonesia.

Menurut Direktur Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dr. Eni Gustina, MPH, sekian banyak ibu meninggal setiap hari tapi dianggap biasa saja di masyarakat. Ini adalah sebuah hal yg tak dapat dianggap remeh.

“Banyak orang menganggap hal itu biasa. Ibu yg meninggal masuk surga. Ini tak begitu. Semua harus peduli dengan kematian ibu dan bayi,” papar Eni ketika ditemui di acara USAID Jalin, Kolaborasi dan Kemitraan buat peningkatan keselamatan ibu dan bayi baru lahir di Indonesia, Jakarta, Rabu, (23/05/2018).

Berikut adalah beberapa fakta terkait kematian ibu dan bayi baru lahir.

1. Setiap satu jam, terdapat dua ibu dan delapan bayi baru lahir (neonatal) meninggal di Indonesia.

Dalam sepuluh tahun terakhir, kematian ibu dan neonatal di Indonesia relatif stagnan. Angka kematian ibu di Indonesia mencapai 305 per 100.000 kelahiran hidup 2015 dan angka kematian neonatal mencapai 15 per 1.000 kelahiran hidup pada 2017.

Angka ini, Indonesia termasuk 10 negara dengan jumlah kematian ibu dan neonatal yg paling tinggi.

2. Kematian ibu bisa terjadi pada ketika kehamilan, persalinan, maupun pasca-persalinan

Dalam setiap tahap pada proses kehamilan sampai pasca persalinan, seorang ibu memiliki risiko bagi meninggal. Studi tindak lanjut sensus penduduk 2010 menyebutkan bahwa perkara kematian ibu terbesar terjadi pada masa pasca persalinan sekitar 57 persen, diikuti pada masa kehamilan 22 persen, dan ketika melahirkan sekitar 15 persen.

3. Sebagian besar kematian ibu dan neonatal mampu dicegah

Penyebab kematian ibu di Indonesia terutama disebabkan oleh hipertensi dalam kehamilan 32 persen, dan pendarahan pasca persalinan sekitar 20 persen.

Deteksi dini dan penanganan yg tepat mampu mencegah kedua keadaan ini. Selain itu, tinginya angka perkawinan dan melahirkan pertama kali di bawah usia 20 tahun masih yaitu awal permasalahan kesehatan pada perempuan di Indonesia.

Hal ini mampu meningkatkan risiko komplikasi dalam kehamilan yg mampu berujung pada kematian ibu dan neonatal.

4. Layanan kesehatan yg berkualitas mampu berkontribusi menurunkan risiko kematian ibu dan neonatal

Sebesar 60 persen kematian ibu dan 78 persen kematian neonatal terjadi di fasilitas kesehatan. Kondisi ini menekankan pentingnya peningkatan kualitas layanan kesehatan, dalam setiap tahap, sejak dari pemeriksaan kehamilan, layanan persalinan, sampai pasca persalinan.

Saat ini, cuma 21 persen rumah sakit umum yg memenuhi standard layanan obstetric dasar. Untuk layanan kesehatan primer, cuma 31 puskesmas dan kurang dari 10 persen layanan kesehatan swasta yg memenuhi semua kriteria buat pelayanan pemeriksaan kehamilan yg komprehensif sesuai standard.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin