Faktor Pendorong Orang Lakukan Hidup Sehat

New York – Ketakutan terhadap penyakit mungkin tak cukup buat mengubah perilaku seseorang buat menjalankan hidup lebih sehat. Lantas, bagaimana agar membuat orang mampu menjalankan kebiasaan sehat yg baik?

Mengutip dari zeenews, Senin (26/02/2018), sebuah penelitian yg menemukan menambahkan sedikit harapan pada pesan mungkin membuat orang lebih bersedia bagi mengambil tindakan pencegahan penyakit.

Temuan, dipublikasikan online di jurnal komunikasi Kesehatan, memperlihatkan bahwa harapan dan keyakinan bahwa orang bisa menolong diri sendiri, secara signifikan diperkirakan niat bagi mengambil tindakan terhadap kanker kulit, seperti menggunakan tabir surya atau pelindung pakaian.

“Dengan pesan kesehatan, tak cukup cuma buat memberitahu orang-orang, atau cuma mendidik mereka, Anda perlu buat memotivasi mereka, dan emosi adalah motivator yg benar-benar baik,” kata salah satu peneliti Jessica Myrick, Associate Professor di Pennsylvania State University di Amerika Serikat.

“Kami kadang berpikir tentang emosi sebagai irasional, tetapi penelitian kita menunjuk bahwa emosi bisa menolong kita melakukan hal-hal yg mulai membuat kalian sehat dan aman, sehingga sangat utama buat memahami cakupan luas tanggapan emosional buat berbagai macam pesan dan pesan komponen,”katanya.

Menurut peneliti, pekerjaan sebelumnya memperlihatkan bahwa sementara ketakutan mampu menarik perhatian dan menciptakan kesadaran tentang persoalan kesehatan, itu mungkin tak terus menyebabkan perilaku yg mampu menolong orang mengatasi masalah.

“Ketakutan dan harapan mampu bekerja sama buat membuat pesan lebih persuasif,” ujar Shipbuilders.

Dalam studi, peserta 341, usia yg berkisar dari 17 berusia 72 tahun, direkrut dari Amazon tugas-completion online platform, mekanik Turk.

Para peserta meninjau dan bereaksi terhadap artikel tentang kanker kulit dari halaman web yg dirancang bagi menyerupai sebuah halaman pada situs kesehatan WebMD.

Artikel ini dibagi menjadi tiga bagian mencerminkan faktor-faktor yg bisa mendorong kesehatan persuasif hasil pesan, termasuk apakah seseorang merasa rentan terhadap kondisi, apakah mereka yakin keadaan serius, keparahan, dan apakah mereka yakin bahwa ada bantuan dan bahwa mereka memiliki akses ke yg membantu. (tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin