Ibu Menyusui Harus Dapat Dukungan Dari Keluarga

Jakarta – Ibu menyusui harus mendapatkan banyak dukungan dari orang di sekitarnya yg mereka cintai. Mulai dari suami, orangtua hingga mertua.

Hal tersebut agar ibu menyusui tak mendapat tekanan atau stres di lingkungan keluarga. Karena, menyusui adalah hal yg indah namun tak gampang dilakukan. Untuk menghasilkan Air Susu Ibu (ASI) yg baik dan banyak, sang Ibu harus benar – benar bahagia, tak stres dan tak sedang dalam tekanan.

“Ibu yg berpotensi mengalami menurunnya produksi ASI adalah mereka yg mengalami stres atau lelah bekerja setelah cuti melahirkan. Ibu yg sakit dalam kurun waktu tertentu sehingga tak bisa menyusui langsung,” papar DR.Dr.Ariani Dewi Widodo,Sp.A(K), dokter spesialis anak konsultan di RSAB Harapan Kita, pada acara peluncuran Unmum digital platform, Jakarta, Rabu, (01/08/2018).

Selain itu, Ibu yg merasa tak nyaman secara psikologis karena mendapat tekanan dari keluarga ataupun lingkungan sosial.

Ibu sangat disarankan buat langsung melakukan relaktasi saat tak memproduksi ASI selama dua pekan berturut – turut dalam masa enam bulan pertama ASI eksklusif. Terutama saat bayi tak berusia lebih dari empat bulan.

“Ibu harus lebih intensif buat menyusui langsung, didukung dengan pijatan laktasi atau dikenal dengan sebutan pijat oksitosin setiap hari,” tambahnya.

Bagi para Ibu bekerja, harus benar – benar disiplin buat memompa dan menyimpan ASI ketika mereka sedang di kantor dan terus menyusui segera setiap kali berada di rumah bersama buah hati.

“Agar berhasil dalam relaktasi, para Ibu wajib menerapkan teknik yg benar, memenuhi kebutuhan nutrisi, dan mendapatkan dukungan psikologis dari keluarga dan lingkungan sosial,” tambahnya.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin