Indonesia Akan Gelar GHSA

Jakarta – Pada 2014 beberapa negara menginisiasi dialog, komunikasi, dan kolaborasi, saling menguatkan antar negara, terhadap penyakit – penyakit di segala dunia dengan Global Health Security Agenda (GHSA).

Menurut Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan dr. Anung Sugihantono, M.Kes, GHSA ini sebuah konsep one health. Membahas tentang Kejadian penyakit pada hewan, lingkungan, manusia yg mulai saling berpengaruh pada yg lain.

“Ini sebuah forum buat mengatasi bidang kesehatan bekerja bersama – sama bagi badan dunia. Indonesia sejak tahun 2014 telah berperan aktif. Kita menyelenggarakan acara ini di Bali pada 6 – 8 November 2018. Yang nantinya disusun langkah – langkah lanjut bagi frame work 2020 – 2024,” ujar Anung ketika ditemui di acara temu media di Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Jumat (02/11/2018).

Kepala Biro Kerjasama Luar Negeri Kemenkes, Acep Somantri, SIP, MBA, menjelaskan ada beberapa strategi kerjasama dalam GHSA yg difokuskan pada upaya penguatan kapasitas nasional setiap negara. Khususnya dalam melakukan pencegahan, deteksi dan penanggulangan penyebaran penyakit. Beragam kegiatan yg mulai dikerjakan nantinya adalah ada 11 action packages.

“Salah satunya adalah nanti ada kunjungan ke lapangan bagaimana kami berhasil melakukan penanggulangan anti microbial resistance (AMR). Kemudian tentang pengendalian penyakit zoonotik disease, biosafety and biosecurity, serta imunization,” kata Acep.

Indonesia menjadi negara ke 14 yg ikut menjadi join external tentang kesiapan epidemik dan pandemik. Ini telah dikerjakan sejak November 2017. Score Indonesia adalah 3,15 dari nilai 5.

“Secara umum ini masuk di dalam kesiapan yg moderate tetapi tak perfect. Dari situ kalian diminta buat membuat national action plan buat health security. Salah satunya adalah bagi mekanisme koordinasi. Termasuk di dalamnya yg berkaitan dengan militer. Suspansi, detect, dan lainnya. Ini juga tentang nuklir dan radiasi. Yang mungkin mampu tentang kapasitas yg dimiliki. Yang terlibat secara teknis ini terkait kepada Kementerian Pertahanan bukan Panglima TNI,” tambah Anung.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin