Ini Alat Kontrasepsi Jangka Panjang

Jakarta – Alat kontrasepsi sangat utama buat para pasangan yg baru melahirkan anak. Terdapat alat kontrasepsi yg sangat bermanfaat buat jangka panjang.

Menurut drg. Widwiono, MKes, selaku Direktur Bina Kepersetaan KB Jalur Swasta, BKKBN, ketika ditemui di acara forum Ngobras, Jakarta, baru – baru ini, menjelaskan alat kontrasepsi seperti implan pil dan suntik KB memiliki tingkat kegagalan lebih tinggi dibandingkan alat KB jangka panjang seperti implan dan IUD, karena pil harus diminum setiap hari pada waktu yg sama. Demikian pula dengan suntik baik 1 maupun 3 bulan sekali.

Menurut data WHO menunjukkan, tingkat kegagalan dengan pil KB sekitar 90 per 1000 orang, dan suntik 60 per 1000 orang. Implan memiliki angka kegagalan cuma 0,5 persen (5 dari 1000 orang) atau terkecil bahkan dibandingkan dengan IUD yg 8,5 orang dari 1000 pengguna.

Data BKKBN tahun 2013 menunjukkan, peserta baru KB jangka panjang bagi implan cuma 9,23 persen, IUD 7,75 persen, sedangkan alat kontrasepsi jangka pendek masih mendominasi di mana suntikan 48,56 persen, pil 26,60 persen, dan kondom 0,6 persen.

“Ada beberapa macam impan KB yg telah digunakan di Indonesia. Dulu di tahun 80-an, digunakan implan KB 6 batang yg ketika ini telah tak digunakan lagi. Generasi implan KB terbaru cuma terdiri dua atau satu batang. Semakin kecil jumlah batangnya, tentu pemakaian semakin gampang tanpa mengurangi manfaatnya,” paparnya.

Implan dipasang di lengan atas di bawah kulit. Pemasangan implan KB dikerjakan dokter obgin atau bidan yg telah mendapatkan pelatihan, memakai inserter. Ukuran diameter implan sangat kecil, cuma 1-2 mm. (tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin