Ini Cara Tekan Angka Kematian Ibu Dan Bayi

Jakarta – Tidak jarang ibu meninggal ketika melahirkan. Penyebab penting kematian ibu adalah pendarahan berat (hemoragik), keracunan kehamilan (preeklamsia), dan infeksi (sepsis).

Tidak cuma itu, terdapat pula kematian pada bayi yg baru lahir. Penyebab utamanya adalah bayi dengan berat lahirnya rendah di bawah 2500 gram, asfiksia atau sesak nafas dan infeksi.

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah melakukan berbagai cara salah satunya lewat memberi jaminan dari kesehatan BPJS.

“Pada era BPJS, pemerintah mempersiapkan fasilitas kesehatan (Faskes) pertama adalah puskesmas, dan rumah sakit, yg berdampak pada penurunan angka kematian ibu. Pemerintah mendukung dalam memberikan ketrampilan untuk para tenaga kesehatan buat menangani ibu melahirkan sampai pada waktu bayi lahir,” papar Dr. Eni Gustina,MPH, Direktur Kesehatan Keluarga dari Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, baru – baru ini.

Masih menurutnya, pemerintah memberikan pembiayaan lewat universal coverage dari BPJS. Ibu-ibu anggota BPJS diberikan jaminan persalinan supaya mereka tak ada rasa takut tak milik uang saat melahirkan di faskes.

“Kebanyakan masyarakat masih yakin dengan Dukun Parazi, sebagai tokoh atau orang lama di daerah mereka tinggal. Dukun Parazi ini memakai doa-doa dalam membantu ibu hamil ketika persalinan,” tambahnya.

Untuk mengatasi persoalan ini, pemerintah menggelar kemitraan bidan desa dengan Dukun Parazi. Dengan kemitraan ini, peran parazi tak dihilangkan, melainkan cuma digeser, dimana mereka tadinya yg membantu persalinan, kini mereka bermitra dengan bidan, bersama-sama menolong ibu selama proses kehamilan dan bersinergi dalam membantu ibu ketika persalinan.

“Bentuk kerjasama bidan dengan dukun yg saling menguntungkan dengan prinsip keterbukaan, kesetaraan dan kepercayaan dalam upaya bagi menyelamatkan ibu dan bayi. Salah satu strategi pemerintah yg cukup sukses adalah dengan menyekolahkan anak dukun parazi ini ke sekolah bidan sehingga dukun parazi mampu pensiun dan digantikan oleh anaknya,” ujarnya.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin