Ini Dampak Ibu Hamil Kurang Asupan Garam Beryodium

Jakarta – Kekurangan garam beryodium sangat berakibat fatal untuk bayi baru lahir. Hal ini mulai berdampak pada kesehatan dan perkembangan anak.

Salah satu persoalan yg terjadi pada perkembangan anak adalah stunting. Ini adalah persoalan gizi utama, karena angka ini cenderung meningkat, peningkatan stunting pada balita dari 35,6 persen pada 2010 menjadi 37,2 persen pada 2013.

Menurut data dari Riskesdas 2018, kisaran prevalensi stunting terendah (26,3 persen) di Provinsi Riau dan tertinggi (51,7 persen) di Nusa Tenggara Timur. Dua puluh provinsi (di antara 33 provinsi) memiliki prevalensi stunting yg lebih tinggi daripada data nasional.

Indonesia sudah memamerkan penurunan kemiskinan yg stabil dari 16,6 pada tahun 2007 menjadi 10,9 persen pada tahun 2016, tapi kekurangan gizi anak tak memperlihatkan penurunan yg signifikan.

“Salah satu penyebab anak mengalami stunting adalah karena kurangnya asupan garam beryodium,” kata Rozy Afrizal Jafar – Praktisi Garam Beryodium memaparkan tentang hubungan stunting dengan gangguan akibat kekurangan iodium (GAKI), Jakarta, Selasa, (18/09/2018).

Masih menurutnya, banyak terjadi dari pemahaman tentang garam. Bukan cuma orang awam, tetapi praktisi kesehatan juga menganggap kebanyakan garam mulai berakibat gondok. Ini seperti fenomena gunung es.

“Masalah penting adalah kekurangan yodium yg paling berbahaya adalah ibu hamil yg kurang yodium dapat mengalami melahirkan anak dengan gangguan mental,” tambah Rozy.

Masih menurutnya, yodium sangat berguna bagi otak janin. Karena itu, seorang ibu hamil harus mendapatkan yodium yg cukup.

Perlu diketahui, selama satu tahun orang Indonesia dalam satu hari membutuhkan 8 mg garam beryodium.

“Ini memang sangat sedikit, kalau kurang mulai berakibat fatal. Untuk satu tahun cuma dibutuhkan 3 kg dalam tubuh,” ujarnya.

Sekitar 90 persen rumah tangga harus konsumsi garam beryodium yg cukup. Kandungan di dalam urin juga harus masuk kategori adequate.

“Yang utama itu yodium buat ibu hamil. Kalau anak lahir kurang yodium itu telah terlambat. Maka IQ-nya mulai rendah. Ini juga berpengaruh pada pertumbuhan anak dan mulai berakibat stunting,” paparnya. (tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin