Ini Faktor Risiko Terjadinya Pneumonia

Jakarta – Faktor risiko terjadinya pneumonia terbagi pada dua kelompok, merupakan kelompok imunokompeten atau daya tahan normal, dan kelompok immunokompromais atau daya tahan tubuh menurun.

Menurut DR. dr. Erlina Burhan,Sp.P(K), dokter spesialis Paru di RS. PERSAHABATAN, ini adalah kelompok masyarakat yg memiliki gaya hidup gemar konsumsi alkohol. Kemudian, merokok dan memiliki penyakit dasar merupakan penyakit jantung kronik, penyakit ginjal kronik, penyakit hati kronik, penyakit paru kronik, penyakit metabolik, serta penyakit susunan saraf.

“Kemudian memiliki riwayat penyakit pneumokokus invasif dan riwayat penyakit pneumonia
lainnya dan konsumsi apirasi serta obat-obatan, ujar Erlina, ketika ditemui di acara Hari Pheneumonia di kantor PDPI, Jakarta, Senin, (12/11/2018).

Kemudian bagi kelompok immunokompromais atau yg memiliki daya tahan tubuh menurun. Risiko ini terjadi pada pasien dengan kondisi immunosupresi, atau penyakit autoimun yg mendapatkan steroid atau terapi immunosupresif atau pengobatan biologis


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

“Kemudian kanker dengan pengobatan imunosupresi, calon transplantasi organ, dengan atau tanpa pengobatan imunosupresi, Status imunokompromais, disfungsi limpa atau aspleniadan HIV,” tambahnya.

Pneumonia mampu menyerang siapa saja, baik anak, dewasa muda atau orang tua. Pneumonia menyerang manusia dan sekitar 450 juta perkara tiap tahunnya. Pneumonia dibagi menjadi 3 merupakan community acquired pneumonia (CAP) atau pneumonia komunitas, hospital acquired pneumonia (HAP) dan ventilator associated pneumonia (VAP).

Pneumonia yg kadang terjadi dan bersifat serius adalah pneumonia komunitas, berkaitan dengan penyebab kematian dan kesakitan terbaNyak di dunia. Angka kematian sekitar 1.4 juta pertahunnya secara global (7 persen penyebab kematian di dunia). Angka kematian terbanyak pada usia anak-anak dan orang tua (lebih dari 75 tahun). (tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin