Ini Tiga Penemuan Upaya Turunkan Pravalensi DM

Jakarta – Terdapat tiga penemuan dari berbagai ahli yg menghasilkan upaya mengurangi prevalensi Penyakit Diabetes Melitus (DM) di Indonesia.

Nutrifood Research Center (NRC) Grant yaitu program bantuan dana penelitian yg diberikan buat peneliti, dosen, dan mahasiswa bagi mendukung lahirnya penemuan baru di bidang kesehatan, khususnya terkait diabetes melitus tipe 2.

Memasuki tahun keempat pelaksanaannya, NRC Grant 2018 mengusung tema penelitian yg diusung Membangun Indonesia yg Lebih Sehat melalui Penelitian di Bidang Diabetes Melitus Tipe 2.

Tiga proposal terbaik di NRC Grant 2018 berkesempatan mendapatkan dukungan dana senilai total Rp 172,5 juta.

Dengan ajang ini membuktikan bahwa di Indonesia masih memiliki banyak peneliti yg potensinya perlu didukung dan difasilitasi guna memberikan manfaat dan terobosan buat masyarakat di bidang kesehatan, khususnya terkait Diabetes Melitus Tipe 2 .

Setelah menjalani serangkaian seleksi, tiga proposal penelitian terbaik berhasil menjadi pemenang NRC Grant 2018, yakni mahasiswa S1 dari Universitas Brawijaya, Malang, mahasiswa S2 dari Universitas Indonesia, Jakarta, serta peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

“Karena tingkat prevalensi diabetes Indonesia yg semakin mengkhawatirkan,” kata Astri Kurniati, S.T., M.App.Sc ., Head of Nutrifood Research Center, seperti yg dikutip dari siaran pers, Jakarta, Kamis, (06/12/2018).

Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar 201 8, prevalensi penderita diabetes di Indonesia selalu meningkat dari 5,7 persen (2007) dan 6,9 persen (2013) menjadi 8,5 persen (2018) , dengan total masalah diabetes yg sudah mencapai angka 10 ,3 juta.

Menurut International Diabetes Fe deration (IDF) Atlas tahun 2017, menjadikan Indonesia sebagai peringkat ke-6 dunia dengan jumlah diabetesi terbesar. Selain itu, World Health Organization memprediksi angka kejadian diabetes diprediksi mulai melonjak hingga 21,3 juta jiwa pada 2040, dengan jumlah kontribusi cukup besar dari Diabetes Melitus Tipe 2.

Berdasarkan data Riskesdas 2013, 90 persen dari total perkara diabetes di Indonesia yaitu diabetes tipe 2 yg sangat erat kaitannya dengan gaya hidup tak sehat, pola diet tak seimbang dan kurangnya aktivitas fisik.

“Hasil penelitian dari NRC Grant 2018 terkait diabetes melitus tipe 2 diharapkan menjadi salah satu kontribusi Nutrifood bagi menurunkan prevalensi angka p enderita ataupun kematian akibat diabetes di masa depan,” tambahnya.

Mewakili tim juri, Prof. Dr. Antonius Suwanto, mengatakan, perkembangan penelitian ilmiah telah akan banyak, termasuk di bidang kesehatan , namun perlu ditingkatkan seandainya dibandingkan negara lain.

“Hadirnya Nutrifood Research Center Grant 2018 ini menjadi contoh bentuk kontribusi dan kolaborasi pihak swasta dan akademisi buat meningkatkanpenelitian ilmiah dalam bidang kesehatan, khususnya terkait diabetes melitus tipe 2. Harapannya, program ini dapat membuka mata masyarakat bahwa Indonesia memiliki peneliti-peneliti berkualitas yg bisa berperan memajukan ilmu kesehatan baik di tingkat lokal maupun internasional,” ujarnya.

Setelah menyeleksi ratusan proposal penelitian, dia bersama tim
juri akhirnya memilih tiga pemenang berdasarkan kebaharuan ide penelitian, kesesuaian dengan tema, serta kemampuan tim pemenang mengatakan idenya secara singkat, padat dan jelas.

Setelah ini, selama setahun kedepan, ketiga tim pemenang mulai mengimplementasikan ide yg telah mereka tuangkan dalam proposal penelitiannya dengan bantuan dana penelitiaan dari NRC Grant.

Harapannya, setelah periode penelitian berakhir, dunia kesehatan mulai mendapatkan perkembangan ilmu pengetahuan terbaru terkait hasil penelitian yg sudah mereka lakukan.

Nutrifood juga berharap ajang ini bisa mewadahi semakin para peneliti di Indonesia buat selalu berinovasi dan memberikan inspirasi melalui berbagai riset yg bermanfaat, khususnya terkait pencegahan dan penanganan penyakit diabetes melitus tipe 2.

Berikut adalah tiga peneliti terbaik.

1. STUDI IN-VIVO EFEK ANTIDEPRESAN DAN ANTI-DIABETES KULIT PISANG
KEPOK KUNING ( MUSA BALBISIANA) DALAM BENTUK FLAKES

Ketua peneliti : dr.Andreanyta Meliala, Ph.D, AIFM
Anggota : Dr. dr. Sri Lestari Sulistyo Rini, MSc
drg. Yustina Andwi Ari Sumiwi, MKes
Widiastuti Setyaningsih, STP, M.SC, Ph.D,
Paramita Narwidina, STP, M.Sc
Universitas : Universitas Gadjah Mada
Total grant : Rp 100 juta

Tujuan Penelitian : Mengevaluasi efek pemberian flakes kulit pisang terhadap daya tahan stress, atau tingkat depresi hewan mencoba diabetes memakai metode tail suspension test

Manfaat Penelitian :

Jika penelitian terbukti, maka mulai memperoleh alternatif pangan yg memiliki potensi anti-depresan untuk penderita diabetes mellitus.

2. STUDI IN-SILICO DAN IN-VITRO SENYAWA FLAVONOID DARI TANAMAN ASLI
INDONESIA SEBAGAI INHIBITOR ALPHA -AMILASE DAN DIPEPTIDYL
PEPTIDASE-4

Ketua peneliti : Mochammad Arfin Fardiansyah Nasution, S.Si
Anggota : Eka Gunarti Ningsih, S.Pd
Yulianti, S.Si
Universitas : Universitas Indonesia
Total grant : Rp 50 juta

Tujuan Penelitian : Mengidentifikasi senyawa flavonoid dari tanaman asli Indonesia yg memiliki efek positif dalam pengaturan kadar gula darah.

Manfaat Penelitian :

Jika penelitian terbukti, maka tanaman asli Indonesia mulai menolong dalam
pengaturan kadar gula darah buat penderita diabetes dan prediabetes.

3. UJI ORGANOLEPTIK DAN INDEKS GLIKEMIK PRODUK SORGUM BAR YANG
DIFORMULASI MENGGUNAKAN BERBAGAI JENIS NIRA

Ketua peneliti : NurAvidha Surayya
Anggota : Elinna Primadiani, Maulidia Hilaili, Elvia Rahmawati,
Anggara Nur Rushydi, Jamaluddin Assyauqi
Universitas : Universitas Brawijaya
Total grant : Rp 22,5 juta

Tujuan Penelitian : Menghasilkan produk sorgum bar yg kemudian mulai dianalisis dari segi sensori (penerimaan rasa) dan pengaruh terhadap kadar gula darah

Manfaat Penelitian :

Memperoleh snack sorgum bar enak dan sehat yg aman dikonsumsi oleh penderita diabetes mellitus. (tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin