Inilah Bentuk Depresi Pada Ibu Setelah Melahirkan

Jakarta – Memiliki bayi adalah salah satu pengalaman yg berharga dalam hidup. Namun, banyak ibu yg mengalami perasaan tak bahagia. Mengapa?

Mengutip dari boldsky, Selasa (06/02/2018), alasan tersebut mungkin dikaitkan dengan depresi pasca melahirkan. Berikut adalah beberapa bentuk depresi setelah melahirkan.

1. Hal ini lebih umum daripada yg Anda pikirkan depresi setelah melahirkan (atau depresi postpartum) mempengaruhi 1 setiap 3 perempuan India. Dengan demikian, meski Anda mungkin tak tahu tentang keberadaannya, kemungkinannya adalah bahwa itu sudah mempengaruhi seseorang yg Anda kasihi.

2. Ibu baru tak merasa terhubung ke bayinya. Sementara tak ada yg salah dan banyak perempuan mungkin mengalami hal yg sama, kenyataannya tetap bahwa ada perempuan emosi yg mungkin berbeda. Hanya karena Anda tak terhubung dengan bayi Anda baik pada beberapa hari pertama kelahirannya di bumi. Itu tak berarti bahwa Anda mulai menjadi ibu yg buruk.

Jika Anda yakin bahwa ini mungkin juga memicu depresi pasca melahirkan di Anda.

3. Rasa bersalah ini lebih kadang dikaitkan dengan anak-anak sulung. Dalam situasi seperti ini, ibu mungkin merasa bahwa dia tak dapat memberikan yg terbaik kepada anaknya.

Hal ini mungkin pada gilirannya mengakibatkan dia mempertanyakan keputusannya memiliki bayi di tempat pertama. Karena dia tahu bahwa ada tak ada mulai kembali, ini mendorong dia ke roda depresi yg dikenal sebagai depresi pasca melahirkan.

4. Penyebab dari depresi pasca melahirkan sementara sulit buat menentukan salah satu penyebab tunggal bagi setiap bentuk depresi. Kenyataannya tetap bahwa depresi postpartum disebabkan oleh rasa kesadaran bahwa Anda sudah kehilangan yg Anda miliki dahulu sebelum memiliki bayi.

Lebih lanjut, keraguan tentang kemampuan Anda buat menjadi ibu yg baik dan pandangan yg tak realistis tentang mulai membuat hal-hal sepanjang jalan lebih sulit untuk Anda. Kelelahan fisik dan kesadaran bahwa fisik Anda kurang menarik dibandingkan dengan apa yg Anda miliki sebelumnya bisa membuat kondisi menjadi lebih buruk.

5. Wanita yg berada pada risiko yg lebih besar itu jelas bahwa wanita yg memiliki perasaan negatif tentang kehamilan itu sendiri lebih mungkin bagi menderita dari bentuk depresi.

Selain itu, wanita yg sudah menderita dari keguguran di masa dulu atau mereka yg memiliki riwayat penyakit mental berada pada risiko yg lebih besar. Penyalahgunaan zat dan peristiwa kehidupan yg penuh stres juga memiliki peran dalam memulai depresi postpartum, terutama pada wanita yg lebih muda.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin