Jambi Wujudkan Provinsi Layak Anak

B> Jambi – Kota Jambi dipersiapkan bagi menjadi Kabupaten atau Kota Layak Anak (KLA). Seperti apa?

Komitmen ini dicanangkan oleh Gubernur Jambi, beserta dengan Bulati dan Walikota se Provinsi Jambi. Deklarasi ini sekaligus komitmen Indonesia dalam mendukung gerakan World Fit for Children serta Keputusan Presiden nomer 36 tahun 1990.

Jambi diharapkan menjadi kota yg memenuhi hak dan perlindungan khusus anak nantinya. KLA sendiri yaitu sistem pembangunan yg berbasis pada pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak. Hingga ketika ini terdapat 389 kabupaten/kota sudah menginisiasi menuju KLA.

“Saya memberikan apresiasi yg tinggi kepada Gubernur dan para Bupati/Walikota se-Provinsi Jambi yg sudah mencanangkan tekad kuat buat mewujudkan Provinsi Jambi menuju PROVILA (Provinsi Layak Anak),” ujar Menteri PPPA, Yohana Yembise dalam acara Pencanangan Kabupaten/Kota Layak Anak Se-Provinsi Jambi, Jambi, seperti yg dikutip dari siaran pers, Senin, (05/11/2018).

“Kita harus ingat bahwa melindungi satu orang anak, berarti melindungi satu bangsa. Jika segala kabupaten/kota mempunyai komitmen menjadi KLA, maka kalian berharap Indonesia Layak Anak atau IDOLA mulai terwujud pada tahun 2030,” tambahnya.

Penghargaan KLA 2018 sudah diberikan buat 177 kabupaten/kota, meningkat sebanyak 51 kabupaten/kota dibandingkan dengan penghargaan tahun 2017 yg diberikan untuk 126 kabupaten/kota. Kota Jambi menjadi satu-satunya kabupaten/kota di provinsi Jambi yg sudah menerima Penghargaan KLA tahun 2018, dengan peringkat Pratama.

Menteri Yohana menuturkan guna mengembangkan KLA di setiap kabupaten/kota, harus mengacu pada 24 indikator pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak yg secara garis besar tercermin dalam 5 klaster hak anak, yakni (1) Hak Sipil dan Kebebasan; (2) Lingkungan Keluarga dan Pengasuhan Alternatif; (3) Kesehatan Dasar dan Kesejahteraan; (4) Pendidikan, Pemanfaatan Waktu Luang dan Kegiatan Budaya; dan (5) Perlindungan Khusus.

“Untuk itu, di berbagai kesempatan terus Saya tekankan dan minta kepada Gubernur, Bupati dan Walikota di semua Indonesia bagi mampu melaksanakan 24 Indikator KLA di wilayah masing-masing, karena hal ini kami lakukan demi kepentingan terbaik untuk anak-anak kita, dan demi terwujudnya IDOLA,” tambah Yohana.

Dalam kunjungannya, Menteri Yohana didampingi Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak, Lenny N. Rosalin, yg menekankan pentingnya setiap daerah memiliki Peraturan Daerah tentang KLA; memperkuat kelembagaan KLA (seperti: data Profil KLA, Rencana Aksi Daerah tentang KLA, Gugus Tugas KLA); dan memperkuat implementasi KLA hingga ke tingkat kecamatan dan desa/kelurahan, sehingga terwujud Kecamatan Layak Anak (KELANA) dan Desa/Kelurahan Layak Anak (DEKELA).

“Alokasi Dana Desa diharapkan mampu juga dimanfaatkan buat mempercepat terwujudnya Desa Layak Anak. Pusat Informasi Sahabat Anak (PISA), Telepon Sahabat Anak (TeSA) dengan nomor 129, Forum Anak (dilibatkan dalam Musrenbang; sebagai Pelopor dan Pelapor), Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA), Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA), Puskesmas Ramah Anak (PRA), Kampung Anak Sejahtera (KAS), Pusat Kreativitas Anak (PKA) dan Sekolah Ramah Anak (SRA) yaitu beberapa contoh indikator KLA yg perlu disediakan buat anak-anak di semua daerah,” ujar Lenny.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin