Jauhi Aids Bukan Orangnya

Jakarta – Kasus HIV/AIDS di Indonesia tak mampu dianggap remeh. Terkadang, orang – orang lebih banyak menghindari penderitanya, namun minim mengetahui bagaimana menjauhi penyebab HIV/AIDS.

Menurut data dari Kementerian Kesehatan pada Mei 2016 menyebutkan bahwa jumlah penderita HIV hingga Maret 2016 di Tanah Air mencapai 198.219 orang. Sedangkan, bagi jumlah penderita AIDS di Indonesia hingga Maret 2016 mencapai 78.292 orang.

Menurut Ketua Umum Yayasan sekaligus ketua LSM ODHA Kuldesak (Kumpulan Dengan Segala Aksi Kemanusiaan) Samsu Budiman, terdapat dua faktor penting terjadinya peningkatan drastis angka penularan HIV/AIDS.

“Penularan HIV/AIDS ditularkan melalui ibu dan anak. Kemudian, penularan akibat hubungan seksual antara penyuka sesama macam atau dikenal LGBT,” papar Samsu di talkshow GoHitz Anniversary 4G Jauhi Aids, Bukan Orangnya di Grand Mercure Kemayoran, Jakarta, Rabu (29/11/2017).

Sejak pertama kali ditemukan perkara ini pada 1987 hingga 2006, jumlah penderita HIV di Indonesia tercatat sebanyak 859 orang, kemudian menglami kenaikan drastis sebanyak 32.711 orang pada 2014 dan pada Maret 2016 mencapai angka 7.146 orang.

Kemudian, jumlah penderita AIDS dari tahun 1987 hingga 2005 tercatat sebanyak 5.231 orang, kemudian mengalami peningkatan drastis pada 2013, merupakan 11.682 penderita. Selanjutnya pada Maret 2016 tercatat 305 orang penderita.

Meski begitu, para ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) harus akan dirangkul bukan didiskriminasi. Hal ini agar menolong pencegahan dan penyebaran HIV/AIDS di Indonesi lebih optimal.

“ODHA seharusnya dapat menjadi perpanjangan tangan atau penyambung lidah buat memberikan keterangan yg tepat mengenai HIV/AIDS kepada publik,” tambahnya.

Melihat masalah tersebut, GoHitz mengajak masyrakat bagi berperan aktif menanggulangi penyebaran HIV/AIDS dan juga merangkul para penderita HIV/AIDS dengan sebutan ODHA.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin