JKN Ditargetkan 100 Persen Pada 2018

Jakarta – Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ditargetkan 100 persen pada 2018. Hal ini menjadi target penting yg diusung pemerintah.

Jumlah target tersebut sekitar 257,2 juta peserta. Menteri Kesehatan RI, Nila F Moeloek menegaskan, pada 2019 seluruh penduduk Indonesia harus memiliki JKN agar mampu mengakses fasilitas kesehatan.

“Kita harus kerja keras agar 2019, seluruh masyarakat Indonesia dapat mengakses layanan kesehatan lewat JKN,” kata Nila ketika ditemui di acara Seminar International World Health Day, Jakarta, Rabu, (02/05/2018).

Masih menurut Nila, hingga April 2018, peserta JKN mencapai angka 195,1 juta jiwa. Sekitar 62,4 juta jiwa masyarakat yg belum terdaftar sebagai peserta JKN.

“Peningkatan peserta selalu terjadi, kalian harap target bisa tercapai lewat kerja berbagai pihak,” tambahnya.

Sejalan dengan meningkatnya kepesertaan JKN, pemerintah juga selalu berupa meningkatkan pelayanan fasilitas kesehatan (Faskes) di berbagai daerah. Hal ini mengingat tak meratanya fasilitas kesehatan yg ada di pelosok – pelosok daerah di Indonesia.

Nila menambahkan, jumlah Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) berjumlah 21.763 antara yang lain puskesmas dan klinik swasta. Kemudian, buat Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjut (FKTL) berjumlah 2.292 yg terdiri dari rumah sakit pemerintah dan swasta.

“Salah satu kendala dalam mewujudkan kemerataan akses kesehatan ini memang faskes yg belum merata jumlahnya. Untuk itu pembangunan juga selalu dilakukan. Salah satunya kita tengah membangun 124 puskesmas di berbagai daerah,” paparnya

Sejalan dengan hal tersebut, Perwakilan WHO bagi Indonesia N. Paranietharan mengatakan, dia mengapresiasi komitmen pemerintah Indonesia dalam mendukung terciptanya Universal Health Coverage (UHC). Saat ini di dunia, masih ada sekitar 1 miliar orang yg belum memiliki jaminan kesehatan.

“Hal itu harus diubah bila ingin agar target sustainable development goals (SDGs) tercapai. Indonesia melalui JKN menjadi salah satu negara penyumbang angka peningkatan UHC tertinggi yg digagas WHO sejak 2014 lalu,” ujar N. Paranietharan di tempat yg sama.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin