Kebiasaan Makan Tidak Sehat Pengaruh Dari Iklan?

London – Anak yg banyak menonton iklan, kata para ilmuwan yg menemukan bahwa remaja yg terkena lebih dari tiga jam iklan sehari lebih mungkin bagi makan ratusan makanan sampah atau camilan.

Dibombardir oleh iklan TV bagi makanan tak sehat, tinggi kalori mampu memimpin remaja makan lebih dari 500 makanan tambahan seperti keripik, biskuit, dan minuman soda sepanjang satu tahun dibandingkan dengan orang-orang yg menonton TV kurang.

Mengutip dari zeenews, Jumat (19/01/2018), energi dan minuman bersoda lainnya tinggi gula dan makanan kecil adalah beberapa makanan yg lebih mungkin bagi dimakan oleh remaja yg menyaksikan banyak TV dengan iklan.

Laporan oleh Cancer Research UK mempertanyakan 3,348 orang-orang muda antara usia 11-19 pada TV mereka melihat kebiasaan dan diet.

Ketika remaja menonton TV tanpa iklan peneliti tak menemukan hubungan antara layar waktu dan kemungkinan makan yang lain junk food. Hal ini memamerkan bahwa iklan di TV komersial mampu mengemudi anak-anak bagi konsumsi camilan makanan yang lain makanan yg tak sehat.

Laporan ini juga yg terbesar pernah dikerjakan oleh UK studi bagi menilai Asosiasi TV streaming pada diet.

Ia menemukan bahwa remaja yg menyampaikan mereka secara teratur streaming TV memamerkan dengan iklan lebih dari dua kali mungkin (139 persen) buat minum minuman bersoda dibandingkan dengan seseorang dengan iklan rendah paparan dari streaming TV dan 65 persen lebih mungkin buat makan makanan yg lebih bersiap daripada mereka yg streaming TV kurang.

Secara teratur makan tinggi kalori makanan dan minuman yg biasanya memiliki tingkat yg lebih tinggi lemak dan gula, meningkatkan risiko menjadi kelebihan berat badan atau obesitas.

Obesitas bisa dicegah terbesar kedua penyebab kanker di Inggris setelah Rokok, dan terhubung ke 13 macam kanker termasuk usus, payudara, dan pankreas.

“Ini adalah bukti belum terkuat bahwa iklan junk food bisa meningkatkan berapa banyak remaja memilih buat makan,” kata Jyotsna Vohra, dari Cancer Research UK.

“Kami tak mengklaim bahwa setiap remaja yg menonton TV komersial mulai ngarai junk food tetapi penelitian ini memamerkan ada hubungan yg kuat antara iklan dan kebiasaan makan,” kata Vohra.

“Laporan kalian memamerkan bahwa mengurangi iklan junk food dapat menolong buat menghentikan krisis obesitas,” katanya.

“Anak-anak obesitas lima kali lebih mungkin bagi tetap obesitas sebagai orang dewasa yg bisa meningkatkan risiko kanker kemudian dalam hidup,” ujar Linda Bauld, dari Cancer Research UK.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin