Kegemukan Berisiko Demensia?

London – Dalam sebuah penelitian baru-baru ini, sekelompok ilmuwan sudah menemukan bahwa kelebihan berat badan meningkatkan risiko demensia sebanyak sepertiga.

Menurut Express.co.uk, Senin (04/12/2017), kelebihan berat badan mengurangi aliran darah ke otak, kelaparan itu dari oksigen dan mengganggu fungsi mental. Orang dengan Indeks Massa Tubuh yg tinggi di usia 50-an jauh lebih mungkin bagi mengembangkan keadaan di usia 70-an, sebuah penelitian terhadap lebih dari 1,3 juta orang ditemukan.

Penelitian memamerkan kenaikan BMI lima poin meningkatkan risiko demensia antara 16 persen dan 33 persen.

Para ahli memuji penelitian tersebut sebagai peringatan atas bahaya kesehatan yg mengancam jiwa karena menjadi gemuk. Tam Fry, dari Forum Obesitas Nasional, mengatakan, “Menghubungkan demensia dengan obesitas mungkin tak jauh dari pikiran seorang remaja berusia 30 atau 40 tahun yg gemuk tapi, seperti yg ditunjukkan oleh makalah ini, pastinya seharusnya. Ketidaktahuan bukanlah kebahagiaan. usia itu kadang mampu mengancam jiwa. “

Profesor Mika Kivimaki, dari University College London yg memimpin penelitian tersebut, menyampaikan bahwa pada tahun 2015 jumlah penderita demensia di segala dunia mencapai hampir 45 juta, dua kali lipat pada tahun 1990. Studi tersebut memperlihatkan bahwa menjaga berat badan yg sehat mampu mencegah, atau Paling tak penundaan, awalan kondisinya.

Profesor Kivimaki, dari UCL’s Institute of Epidemiology & Health, menyampaikan hal ini karena pasien yg sudah kelebihan berat badan 20 tahun sebelumnya tidak jarang kehilangan berat badan sebelum gejala mereka menjadi jelas.

“Dalam penelitian kolaboratif ini, lebih dari 1,3 juta orang dewasa dari Eropa, Amerika Serikat dan Asia, BMI yg lebih tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko demensia saat berat badan diukur 20 tahun atau lebih sebelum diagnosis demensia. Namun, asosiasi ini dibalik ketika BMI dinilai. 10 tahun sebelum diagnosis demensia,” kata Kivimaki.

Penurunan berat badan ini mampu disebabkan oleh gangguan kognitif yg mengarah pada gangguan perawatan diri dan juga berkurangnya nafsu karena berkurangnya indera penciuman.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin