Kelola Sampah Agar Lingkungan Sehat

Jakarta – Pengelolaan sampah di Indonesia masih menjadi salah satu permasalahan yg membutuhkan perhatian khusus.

Berdasarkan laporan yg disampaikan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), terdapat sekitar 100 ribu ton hingga 400 ribu ton sampah plastik yg masuk ke laut Indonesia per tahun.

Dengan konsumsi sampah plastik dalam jumlah yg sama, maka pada tahun 2050 diprediksi jumlah sampah plastik mulai melebihi jumlah biota laut. Selain itu, cuma Jakarta saja bisa menghasilkan 7.200 ton limbah dalam satu hari.

Berangkat dari hal tersebut, Bijaksana Junerosano yg kerap disapa Sano terpanggil bagi membawa perubahan di Indonesia saat melihat keadaan sampah di Jakarta yg memprihatinkan.

Sano kemudian mendirikan sebuah perusahaan layanan pengelolaan sampah yg tak cuma menyediakan jasa pengangkutan dan pemilahan sampah, tapi juga layanan strategis terhadap perusahaan-perusahaan di Indonesia, yg dikenal dengan nama Waste4Change.

“Kami mendirikan Waste4Change sebagai solusi dalam bentuk perusahaan layanan pengelolaan sampah yg bertanggung jawab. Angka 4 dalam nama Waste4Change mencakup empat hal, yaitu: Consult, memberikan konsultasi berdasarkan penelitian mendalam dan pelatihan tentang pengelolaan limbah yg bertanggung jawab; Campaign, memberikan edukasi kepada perusahaan, tempat tinggal, sekolah hingga komunitas tentang pentingnya pengelolaan limbah yg bertanggung jawab; Collect, mengumpulkan limbah dari daerah perumahan atau komersial ke kantor Waste4Change buat dipilah; Create, berkolaborasi dengan mitra terpercaya buat mengubah limbah menjadi bahan daur ulang,” ujar Sano, Founder Waste4Change, Jakarta, Sabtu, (02/02/2019).

Waste4Change memiliki misi bagi mewujudkan Indonesia Bebas Sampah dan menggandeng Bank DBS Indonesia bagi bekerja sama dalam mewujudkan hal tersebut.

Waste4Change memulai bisnis dengan mengikuti program DBS Foundation seperti business workshop, pendampingan wirausaha sosial dan business coaching.

Pada tahun 2018, Waste4Change sudah bekerja sama sebagai vendor waste management Bank DBS Indonesia. Saat ini, perusahaan yg didirikan 2014 ini sudah mengelola sistem waste management salah satunya perumahan Vida Bekasi. Waste4Change tak cuma mengelola sistem waste management tapi juga edukasi kepada warga perumahan tersebut tentang pengelolaan sampah. Saat ini telah lebih dari 1.700 rumah dan perusahaan-perusahaan besar yg menjadi mitra Waste4Change.

“Kami ingin mewujudkan Indonesia bebas sampah. Mewujudkan misi tersebut tentunya kalian tak dapat bekerja sendiri, maka dari itu kalian menggandeng perusahaan yg memiliki misi yg sama, merupakan Bank DBS Indonesia melalui berbagai bentuk kegiatan. Salah satunya adalah edukasi terhadap anak-anak sekolah. Beberapa waktu dulu kalian melakukan edukasi 3R School Adoption di daerah bekasi. Kegiatan tersebut meliputi penanaman pengetahuan dan pola pikir mengenai sampah sejak dini, ” ungkap Sano.

Ciri khas dari Waste4Change adalah penggunaan metode Zero Waste to Landfill dimana penerapan sistem kelola sampah dari Waste4Change yg menerapkan pemilahan sampah di sumber dan memastikan pengolahan buat semua sampah tanpa ada yg dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), dan adanya pelaporan alur sampah yg komprehensif.

“Tahun ini kita mulai bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta buat pengelolaan sampah secara menyeluruh di Jakarta. Ini langkah yg baik buat mewujudkan Indonesia bebas sampah,” tambah Sano.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin