Kemenkes Alokasikan Anggaran Kesehatan 58 Triliun

Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berupaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui program yg sudah dirancang pada 2017 dengan anggaran hingga Rp. 58 triliun.

Program tersebut terdiri dari Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), pemenuhan SDM kesehatan, pembangunan dan peningkatan mutu infrastruktur kesehatan, dan pelayanan kesehatan.

Menurut Menteri Kesehatan RI, Nila F Moeloek, total alokasi anggaran Kemenkes tahun 2017 sebanyak Rp. 58,3 triliun, dengan rincian Rp. 25,5 triliun 43,80 persen buat alokasi program JKN, Rp. 17 triliun 29,17 persen buat program pembinaan pelayanan kesehatan.

“Kemudian sekitar Rp. 4,6 triliun 7,91 persen bagi program pengembangan dan pemberdayaan SDM kesehatan, Rp. 3,4 triliun 5,78 persen bagi program kefarmasian dan alat kesehatan, Rp. 2,8 triliun 4,85 persen bagi program dukungan manajemen,” papar Menkes Nila F Moeloek, ketika ditemui di kantor Kemenkes RI, Jakarta, Rabu (10/01/2018).

Selanjutnya, sekitar Rp. 2,4 triliun 4,18 persen buat program pencegahan dan pengendalian penyakit; Rp. 1.7 triliun 2,88 persen buat program pembinaan kesehatan masyarakat sebanyak, Rp.740 miliar. Sekitar 1,27 persen bagi program penelitian dan pengembangan kesehatan, dan Rp. 96,4 miliar 0,17 persen bagi program peningkatan pengawasan dan akuntabilitas aparatur.

Dalam kaitan peran pemerintah buat perlindungan finansial terutama masyarakat miskin dalam akses pelayanan kesehatan, jumlah peserta penduduk miskin yg dibayarkan iurannya oleh pemerintah sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI) yakni 87,8 juta jiwa dengan total iuran Rp. 19,8 triliun (2015).

“Sekitar 91,1 juta jiwa dengan total iuran Rp. 24,8 triliun (2016), 92,3 juta jiwa dengan total iuran yg Rp. 25,4 T,” tambahnya.

Jumlah fasilitas kesehatan (Faskes) yg menerima layanan JKN/KIS meningkat setiap tahunnya. Pada fasilitas tingkat pratama sebanyak 19.969 Faskes (2015), 20.708 Faskes (2016), dan 21.763 Faskes (2017).

“Pada fasilitas kesehatan tingkat lanjutan sebanyak 1.847 Faskes (2015), 2.068 Faskes (2016), dan 2.292 Faskes (2017). Pada fasilitas apotik dan optikal sebanyak 2.813 Faskes (2015), 2.921 Faskes (2016), dan 3.380 Faskes (2017),” paparnya.

JKN sudah memberikan banyak manfaat kepada masyarakat, mampu dilihat dari tren total pemanfaatan JKN/KIS yg selalu meningkat dari waktu ke waktu Tahun 2014 sebesar 92,3 juta orang, tahun 2015 sebesar 146,7 juta orang, tahun 2016 sebesar 192,9 juta orang, dan pada Oktober 2017 sebesar 182,7 juta orang.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin