Kenali Penyebab Muntah Darah

Jakarta – Dr.Ari F Syam Klinisi, Akademisi dan Peneliti, menjelaskan
muntah darah bisa disebabkan okeh kuman H pylori.

Muntah darah atau BAB hitam adalah tanda dari perdarahan saluran cerna atas. Penyebab dapat jenis – macam, antara tukak di lambung dan atau tukak pada usus dua belas jari atau karena pecahnya varises di kerongkongan maupun lambung.

Perdarahan lambung juga dapat disebabkan oleh kanker lambung. Tukak dan kanker lambung mampu disebabkan oleh kuman H.pylori.

“Pada manusia, infeksi kuman Helicobacter pylori (H.pylori) ini mampu tanpa gejala, atau mampu jadi pasien seperti merasakan sakit maag,” kata dr. Ari seperti yg dikutip dari siaran pers, Jakarta, Selasa, (08/01/2019).

Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan, kuman ini sebagai zat karsinogen yg dapat menyebabkan kanker.

Saat ini laporan dari berbagai pusat penelitian termasuk juga dari sentra-sentra pendidikan di Indonesia yg memamerkan bahwa prevalensi infeksi H.pylori ini memang telah menurun tapi tetap harus diwaspadai.

Dalam 3 tahun terakhir sejak Januari 2014 sampai tahun 2017, Perhimpunan Gastroenterologi Indonesia khususnya Kelompok Studi Helicobacter pylori Indonesia (KSHPI) melakukan penelitian infeksi kuman H pylori ini di 20 RS Indonesia, baik yg mempunyai fasilitas maupun RS yg belum mempunyai fasilitas endoskopi.

“Untuk rumah sakit yg belum mempunyai peralatan endoskopi kami membawa sendiri peralatan endoskopi bagi melakukan penelitian tersebut,” tambahnya.

Penelitian ini bekerjasama dengan peneliti Jepang Prof Yoshio Yamaoka dari Universitas Oita, Jepang. Prof Yamaoka sendiri menjadi guru besar di Universitas Houston USA.

Penelitian Helicobacter pylori ini juga yaitu bagian dari survei endoskopi yg didukung oleh Asia Pacific Society of Digestive Endoscopy (APSDE), organisasi perhimpunan endoskopi saluran cerna Asia Pasifik.

“Penelitian di Indonesia kebetulan diketuai oleh aku sendiri dan melibatkan berbagai peneliti gastroenterologi serta pusat-pusat pelayanan kesehatan di berbagai kota di Indonesia. Sampai sejauh ini hasil penelitian multicentre ini sudah menghasilkan 6 publikasi internasional. Dari hasil penelitian kalian mendapatkan prevalensi dari kuman H.pylori di Indonesia cuma 22,1 persen,” paparnya.

Angka ini menunjukan bahwa 1 dari 5 pasien dispepsia (sakit maag) mengalami infeksi H pylori. Suku bangsa dan sumber air minum menjadi faktor risiko terjadi infeksi kuman H pylori.

Secara khusus catatan utama dari laporan penelitian ini, bahwa bagi etnis Batak, Bugis dan Papua mempunyai risiko yg lebih tinggi bagi menderita infeksi H.pylori ini dari pada etnis lain.

“Karena ini kalian tetap harus mewaspadai bahwa kuman ini ada di sekitar kita. Mengingat dampak klinis yg terjadi akibat infeksi ini begitu luas dapat menyebabkan perdarahan lambung sampai menyebabkan kematian,” katanya.

Sampai sejauh ini pemeriksaan endoskopi menjadi pilihan bagi mencari penyebab perdarahan sekaligus mendeteksi adanya kuman H.pylori.

“Infeksi ini dapat diobati. Ketika kuman H.pylori pengobatan mampu diberikan. Dengan melakukan pengobatan kuman tersebut, kami sudah memutus kelanjutan perjalanan infeksi ini sebagai penyebab terjadinya kanker lambung di masa datang. Selain itu kalian juga memutus mata rantai penyebaran kuman tersebut. Oleh karena itu diagnosis yg tepat harus ditegakkan agar pengobatan infeksi H.pylori mampu dikerjakan secara cepat dan tepat,” jelas Ari.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin