Ketagihan Smartphone Pengaruhi Psikologis?

London – Anda termasuk orang yg kecanduan smartphone Nah, ketika ini sebagian besar orang ketagihan dengan hal itu.

Mengutip dari zeenews, Kamis, (22/03/2018), sebuah studi baru menemukan bahwa orang-orang yg emosi kurang stabil dan menderita kecemasan serta depresi lebih mungkin buat menjadi kecanduan smartphone. Temuan ini menemukan bahwa emosi kurang stabil dikaitkan dengan perilaku bermasalah smartphone.

Orang-orang yg berjuang dengan kesehatan mental mereka lebih cenderung memakai smartphone mereka sebagai suatu bentuk terapi. Semakin besar kemungkinan mereka mulai menjadi kecanduan ponsel mereka. Penelitian menunjukkan, sebagai tingkat peningkatan kecemasan, memakai smartphone bermasalah juga meningkat.

“Problematic smartphone memakai lebih kompleks daripada yg diperkirakan sebelumnya dan penelitian kita sudah menyoroti interaksi dari berbagai faktor-faktor psikologis dalam studi memakai smartphone,” kata Zaheer Hussain, dosen psikologi di Universitas Derby di Britania.

“ini adalah karena orang-orang mungkin mengalami persoalan dalam kehidupan mereka seperti stres, kecemasan, depresi, persoalan keluarga, sehingga dalam kondisi itu mereka emosional tak stabil, artinya mereka mencari smartphone sangat berlebihan digunakan. Hal ini mengkhawatirkan,” tambahnya.

Untuk penelitian ini, tim psikolog dikerjakan studi online dengan 640 pengguna smartphone, berusia antara 13-69 tahun, bagi mengetahui hubungan antara smartphone penggunaan dan kepribadian ciri-ciri.

Hasil penelitian memperlihatkan bahwa orang-orang yg closed off atau kurang terbuka dengan emosi mereka lebih cenderung memiliki persoalan dengan memakai smartphone.

“Mereka bisa terlibat dalam penggunaan jaringan sosial pasif, dimana Anda menghabiskan banyak waktu pada Facebook, Twitter, Instagram, browsing orang yang lain komentar, Gambar, dan posting, dan tak posting apa-apa. Anda sendiri dan tak terlibat dalam diskusi dengan orang lain, sehingga tak ada interaksi sosial yg positif yg nyata sementara di jaringan sosial,” ujarnya. (tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin