Konsumsi Kacang Hijau, Upaya Kurangi Stunting

Jakarta – Indonesia terbilang masih rendah dalam sisi konsumsi kacang hijau, meski tanaman ini kaya mulai kandungan gizi yg tinggi.

Kacang hijau juga yaitu salah satu sumber protein nabati yg paling baik. Berdasarkan data US Departement of Agriculture, dalam 100 gram kacang hijau terdapat 23 gram protein.

Angka ini termasuk cukup tinggi bila dibandingkan dengan bahan makanan pokok lainnya seperti beras yg memiliki kandungan protein 7,6 gram, jagung 9,8 gram dan gandum 7,3 gram. Selain kandungan protein yg tinggi, kacang hijau juga memiliki kandungan serat tinggi sebesar 16,6 gram dalam setiap 100 gram-nya dan memiliki kandungan vitamin dan mineral yg lengkap.

Dengan kandungan dan nilai gizi yg tinggi, kacang hijau mampu menjadi sebagai salah satu sumber penting bahan makanan yg bermanfaat untuk kesehatan dan mampu mencegah terjadinya stunting.


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

“Niat kalian melakukan ekspansi ke komoditas kacang hijau tersebut, salah satunya bagi mendongkrak konsumsi kacang hijau yg masih rendah di Indonesia terutama bagi pemenuhan gizi di masyarakat,” kata Managing Director EWINDO Glenn Pardede, Jakarta, Rabu, (07/11/2018).

Hal ini pun sejalan dengan program pemerintah yg tengah menggalakkan program nasional mengurangi tingginya angka stunting sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia kedepannya.

Merujuk data dari World Health Organization (WHO) 2017, di Indonesia tercatat 7,8 juta dari 23 juta balita adalah penderita stunting atau sekitar 35,6 persen.

Sebanyak 18,5 persen kategori sangat pendek dan 17,1 persen kategori pendek. Ini juga yg mengakibatkan WHO memutuskan Indonesia sebagai negara dengan status gizi buruk.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin