Kopi Instan Berbahaya Bagi Tubuh, Benarkah?

SEMAKIN menjamurnya produk kopi dalam bentuk kemasan yg dinikmati baik dari kalangan anak muda hingga yg tua memicu kekhawatiran tersendiri buat masyarakat. Ramai diperbincangkan bahwa kopi tersebut mampu menyebabkan berbagai jenis penyakit seperti diabetes, kolesterol, jantung dan lainnya. Benarkah demikian?

Sebelum kami berbicara jauh tentang efek samping dari pengonsumsian kopi, ada baiknya kalian menelaah terlebih dulu pengertian dari kopi instan itu tersendiri. Menurut penjelasan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), istilah kopi instan di kalangan masyarakat tidak jarang kali disalahartikan sebagai minuman serbuk kopi yg dicampur dengan gula atau susu atau krimer. Padahal kedua macam pangan tersebut yaitu macam pangan yg berbeda.

Dalam Peraturan Kepala Badan POM No. 21 tahun 2016 tentang Kategori Pangan, diatur definisi dan karakteristik dasar dua macam pangan olahan kopi serbuk antara yang lain kopi bubuk, kopi instan, kopi dekafein, kopi instan dekafein, minuman serbuk kopi gula susu, minuman serbuk kopi gula krimer, minuman serbuk kopi gula.

– Kopi bubuk yaitu biji kopi yg disangrai kemudian digiling, kandungan kafein anhidrat tak lebih dari 2%.
– Kopi instan yaitu produk kering gampang larut dalam air, kandungan kafein tak kurang dari 2% dan tak lebih dari 8%, diperoleh seluruhnya dengan cara mengekstrak dengan air dari biji kopi (Coffea sp) yg sudah disangrai.
– Kopi dekafein / Kopi instan dekafein yaitu kopi/ kopi instan yg sebagian besar kafeinnya sudah dihilangkan.
– Minuman serbuk kopi gula/kopi gula susu/kopi gula krimer berbentuk bubuk, terdiri dari campuran kopi bubuk dan atau kopi instan, gula serta susu/krimer, dengan atau tanpa penambahan bahan pangan lain.

Dari penjelasan tersebut mampu diketahui bahwa kopi instan tidak sekadar serbuk kopi yg dicampur dengan gula atau susu atau krimer. Bisa saja ia berbentuk kopi bubuk saja yg gampang larut dalam air. Selain itu, berdasarkan Peraturan Menteri Perindustrian RI nomor 03/M-IND/PER/1/2016, Kopi instan (murni tanpa dicampur bahan lain) termasuk kopi instan dekafein baik dalam kemasan ritel atau bentuk curah/bulk diwajibkan memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) 2983 : 2014. Seluruh produk kopi instan yg beredar di pasaran dan memiliki nomor izin edar (MD/ML) sudah melalui proses penilaian terhadap keamanan, mutu, gizi dan label produk.

Oleh karena itu, bahaya terkait kopi instan bukanlah akibat dari kandungan kopi tersebut. Melainkan disebabkan oleh berapa gelas kopi yg dikonsumsi dalam sehari oleh para penikmatnya. Apakah masih dalam batas wajar atau berlebihan? Dan perlu diperhatikan pula respon tubuh yg muncul pasca meminum kopi seperti jantung berdebar, lambung perih, kepala sakit atau lainnya. Hal ini bisa menjadi barometer awal bagi mengatur frekuensi meminum kopi.

Jadi, silahkan menikmati kopi yang berasal tetap mawas diri. Ingat, seluruh satu yg berlebihan itu tak baik. Cermatlah dalam kesehatan agar hidup semakin bermanfaat. Salam sehat! [DOS]
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin