Kuning Telur Dan Daging Bagus Untuk Otak Bayi

New York – Konsumsi makanan seperti kuning telur, daging merah tanpa lemak, ikan, unggas, kacang polong, kacang-kacangan dan sayuran yg kaya mulai nutrisi kolin, selama kehamilan mampu meningkatkan otak bayi.

Mengutip dari zeenews, Minggu (07/01/2018), sebuah penelitian sudah menemukan skema tersebut. Periset dari Universitas Cornell di AS memakai rancangan penelitian yg ketat buat memperlihatkan manfaat kognitif pada keturunan wanita hamil yg sehari-hari mengkonsumsi hampir dua kali jumlah kolin yg disarankan ketika ini selama trimester terakhir mereka.

“Dalam model hewan yg memakai hewan pengerat, ada kesepakatan luas bahwa melengkapi diet ibu dengan jumlah tambahan nutrisi tunggal ini memiliki manfaat seumur hidup pada fungsi kognitif keturunan,” kata Marie Caudill, dari Universitas Cornell di AS.

“Studi kalian memberikan beberapa bukti bahwa hasil serupa ditemukan pada manusia,” kata Caudill.

Temuan ini utama karena kolin sangat diminati selama kehamilan namun kebanyakan wanita mengkonsumsi kurang dari yg direkomendasikan 450 miligram per hari.

Untuk penelitian yg diterbitkan dalam The FASEB Journal, 26 wanita secara acak dibagi menjadi dua kelompok dan segala wanita mengkonsumsi makanan yg sama persis. Asupan kolin dan nutrisi lainnya terkontrol ketat, yg utama karena metabolisme kolin dan fungsinya bisa tumpang tindih dengan nutrisi seperti vitamin B12, asam folat dan vitamin B6.

Para peneliti menguji kecepatan pemrosesan keterangan bayi dan memori visuospatial pada usia 4, 7, 10 dan 13 bulan. Mereka menghitung berapa lama setiap bayi mengambil bagi melihat ke arah gambar di pinggiran layar komputer, ukuran waktu yg dibutuhkan bagi memberi isyarat bagi menghasilkan respons motorik.

Tes tersebut sudah terbukti berkorelasi dengan IQ di masa kanak-kanak. Hasilnya memamerkan bahwa bayi yg memamerkan kecepatan pemrosesan cepat ketika muda biasanya selalu berpuasa ketika mereka menua. Sementara keturunan pada kedua kelompok memperlihatkan manfaat kognitif, kecepatan pemrosesan keterangan secara signifikan lebih cepat buat kelompok ibu hamil yg mengkonsumsi 930 mg / hari bila dibandingkan dengan kelompok yg mengkonsumsi 480 mg / hari selama periode yg sama.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin