Lawan Obesitas Dengan Kayu Manis

Washington – Khasiat kayu manis sangat banyak. Tidak cuma sebagai salah satu andalan buat menjadi rempah – rempah yg mampu digunakan dalam masakan, tapi juga berguna bagi melawan obesitas. Seperti apa?

Mengutip dari zeenews, Senin (27/11/2017), menurut sebuah studi, kayu manis bisa merangsang dan membakar sel – sel lemak dalam tubuh. Perlu diketahui, terdapat cinnamaldehyde pada kayu manis. Dia berperan bisa memberikan kayu manis rasa secara alami.

Para peneliti di University of Michigan di Amerika Serikat ingin lebih memahami cinnamaldehyde dari tindakan dan menentukan apakah itu mungkin menjadi pelindung pada manusia juga.

“Para ilmuwan sudah menemukan bahwa metabolisme terkena senyawa ini. Jadi kalian ingin mengetahui bagaimana jalur apa mungkin terlibat, apa yg tampak seperti tikus dan apa yg tampak seperti dalam sel manusia,”kata Jun Wu, Profesor asisten riset di Michigan.

Temuan, yg muncul dalam jurnal metabolisme, memperlihatkan bahwa cinnamaldehyde meningkatkan metabolisme kesehatan dengan bertindak secara segera pada sel-sel lemak, atau adipocytes, membujuk mereka buat akan membakar energi melalui proses yg disebut thermogenesis.

Ketika sel-sel diperlakukan cinnamaldehyde, para peneliti melihat peningkatan ekspresi beberapa gen dan enzim yg meningkatkan metabolisme lipid.

Adipocytes biasanya menyimpan energi dalam bentuk lipid. Penyimpanan jangka panjang ini adalah menguntungkan nenek moyang kami jauh, yg memiliki lebih sedikit akses ke makanan tinggi lemak dan dengan demikian banyak kebutuhan yg lebih besar buat menyimpan lemak.

Bahwa lemak kemudian bisa digunakan oleh tubuh dalam kali kelangkaan atau suhu dingin, yg menginduksi adipocytes bagi mengkonversi disimpan energi menjadi panas.

Dengan meningkatnya epidemi obesitas, para peneliti sudah mencari cara bagi mendorong sel-sel lemak bagi mengaktifkan thermogenesis, mengubah proses-proses pembakaran lemak tersebut kembali. Wu yakin cinnamaldehyde yg mungkin menawarkan satu metode aktivasi tersebut.

“Cinnamon sudah menjadi bagian dari diet kalian buat ribuan tahun, dan orang-orang umumnya menikmati itu,” kata Wu.

“Jadi seandainya bisa menolong melindungi melawan obesitas, itu mungkin menawarkan pendekatan buat kesehatan metabolisme yg lebih gampang untuk pasien buat mematuhi,” kata Wu.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin