Lebih Dari 1000 Pasien Jalani Transplantasi Ginjal

Jakarta – Prevalensi Penyakit Ginjal Kronik (PGK) di Indonesia selalu meningkat seiring waktu.Pada 2017, lebih dari 1.000 pasien yg telah menjalani transplantasi ginjal di Indonesia.

Menurut Dr. dr. Aida Lidya, Sp.PD-KGEH, Ketua Pernefri Pelayanan HD, CAPD dan transplantasi sebagai pelayanan yg terintegrasi, transplantasi ginjal makin diminati. Sudah mampu dikerjakan di beberapa tempat di daerah, tak cuma di Jakarta. Pada RS Cipto Mangunkusumo, dikerjakan 10-11 transplantasi ginjal per bulan.

“Survival rate buat pasien gagal ginjal yg telah menjalani transplantasi selama 3 tahun, hasilnya sangat baik,” ujar Aida Lidya ketika ditemui di kantor Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Kamis (08/03/2018).

Untuk meningkatkan cakupan pelayanan terapi pengganti ginjal, kualitas dan kuantitas unit renal perlu ditingkatkan. Distribusi KGEH dan perawat terlatih HD pun perlu didorong.

“Rencana di masa depan, cakupan CAPD yg masih sangat rendah di Indonesia, mampu ditingkatkan sehingga menurunkan ketergantungan terhadap HD. Seperti di Kolombia, di mana cakupan HD dan CAPD hampir sama besarnya. Di sana, pelayanan pasien ditanggung sepenuhnya oleh pemerinah, dari yg paling murah hingga paling mahal, dan merangkul asuransi swasta bagi skema pembiayaan,” tambahnya.

Continous ambulatory peritoneal dialysis (CAPD) atau tidak jarang disebut peritoneal dialisis saja. Dengan metode peritoneal dialisis atau cuci darah sendiri dalam perut, pasien melakukan cuci darah secara mandiri dan tak perlu ke rumah sakit.

Masih menurutnya, targetnya di Indonesia yakni HD 50 persen, CAPD 30 persen, dan transpantasi 20 persen.

“Karena sesungguhnya, biaya CAPD dapat lebih murah daripada HD. Kemenkes mulai meningkatkan cakupan CAPD, dengan pilot project di Jawa Barat,” paparnya. (tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin