Manfaat Yoga Untuk Metabolisme Tubuh

New Delhi – Yoga dikenal karena keampuhannya yg menonjol dan didorong sebagai praktik olahraga sehari-hari di segala dunia.

Mengutip dari zeenews, Kamis (08/02/2018), dengan dunia yg merangkul yoga sebagai gaya hidup, ini adalah cerminan pola pikir orang-orang yg memamerkan betapa stresnya kehidupan yg kami jalani.

Studi sudah memperlihatkan bahwa yoga tak cuma bagi kesehatan mental, namun juga memungkinkan kesehatan fisik dan emosional. Kini, sebuah studi baru yg dipimpin oleh seorang peneliti yang berasal India sudah menghubungkan manfaat kesehatan yoga dengan hipertensi dan diabetes, dengan menyampaikan bahwa satu tahun latihan yoga bisa menolong Anda mengendalikan masalah.

Menurut para peneliti, termasuk Rashmi Supriya dari Universitas Politeknik Hong Kong, satu tahun latihan yoga menurunkan adipokin pro-inflamasi, protein sinyal yg dikeluarkan oleh jaringan lemak, dan meningkatkan adipokin anti-inflamasi pada orang dewasa dengan sindrom metabolik dan sindroma metabolik tinggi. Tekanan darah normal.

Temuan ini mendukung peran yoga yg menguntungkan dalam mengelola sindrom metabolik dengan memodulasi adipokin dengan baik, kata periset tersebut. Sindrom metabolik adalah kumpulan keadaan – tekanan darah meningkat, gula darah tinggi, kelebihan lemak tubuh di sekitar pinggang dan kolesterol abnormal – yg terjadi bersamaan, meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke dan diabetes.

“Temuan ini menolong mengungkapkan respons adipokin terhadap latihan yoga jangka panjang, yg mendasari pentingnya olahraga teratur terhadap kesehatan manusia,” kata penulis senior

Parco Siu dari Universitas Hong Kong. Untuk penelitian yg dipublikasikan di Scandinavian Journal of Medicine and Science in Sports, peneliti menyelidiki efek yoga pada orang-orang yg menderita sindrom metabolik dengan tekanan darah tinggi normal dengan mengeksplorasi modulasi pada adipokin pro-inflamasi (leptin, chemerin, visfatin dan plasminogen activator inhibitor-1 atau PAI-1) dan adipokin anti-inflamasi (adiponektin).

Peserta dalam kelompok yoga menjalani program pelatihan yoga dengan tiga sesi yoga satu jam setiap pekan selama setahun. Serum peserta dipanen dan dinilai buat adipokin.

Generalized estimating equation (GEE) digunakan buat menguji pengaruh interaksi antara waktu satu tahun (pre vs post) dan intervensi (control vs yoga).

Analisis GEE memperlihatkan efek interaksi yg signifikan antara waktu satu tahun dan intervensi yoga bagi penurunan leptin dan chemerin dan peningkatan konsentrasi adiponektin dalam serum yg diperiksa. Latihan yoga bisa berfungsi sebagai intervensi gaya hidup yg efektif bagi mengurangi peradangan kronis dan mengelola aspek sindrom metabolik. (tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin