Masalah Gizi Ancam Remaja Indonesia

Jakarta – Salah satu persoalan yg dihadapi remaja Indonesia adalah persoalan gizi mikronutrien.

Hal itu kelihatan dari sekitar 12 persen remaja laki-laki dan 23 persen remaja perempuan mengalami anemia, yg sebagian besar diakibatkan kekurangan zat besi (anemia defisiensi besi).

Anemia di kalangan remaja perempuan lebih tinggi dibanding remaja laki-laki. Anemia pada remaja berdampak buruk terhadap penurunan imunitas, konsentrasi, prestasi belajar, kebugaran remaja dan produktifitas.

Selain itu, secara khusus anemia yg dialami remaja putri mulai berdampak lebih serius, mengingat mereka adalah para calon ibu yg mulai hamil dan melahirkan seorang bayi, sehingga memperbesar risiko kematian ibu melahirkan, bayi lahir prematur dan berat bayi lahir rendah (BBLR).

“Anemia bisa dihindari dengan konsumsi makanan tinggi zat besi, asam folat, vitamin A, vitamin C dan zink, dan pemberian tablet tambah darah (TTD),” kata Plt. Dirjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI, dr. Pattiselano Robert Johan, MARS, di Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Selasa, (15/05/2018).

Pemerintah memiliki program rutin terkait pendistribusian TTD untuk wanita usia subur (WUS), termasuk remaja dan ibu hamil.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin