Masalah Kelaparan Di Indonesia Cukup Serius

Jakarta – Masyarakat Indonesia banyak yg belum mendapatkan akses pangan yg layak. Menurut data GHI (Global Hunger Index) 2017, permasalahan kelaparan di Indonesia memasuki skala yg cukup serius.

Karena itu, FOI (Foodbank of Indonesia), lembaga masyarakat yg bergerak menolong masyarakat dalam memperluas akses pangan, dan Esri Indonesia, perusahaan yg bergerak dalam bidang teknologi Geographic Information System (GIS) hari ini melakukan Penandatangan Nota Kesepahaman (MOU) di Kantor Kelurahan Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.Kerjasama ini bertujuan menolong membangun kedaulatan pangan di Indonesia melalui redistribusi akses pangan yg lebih adil, melestarikan sumber daya pangan, dan keamanan pangan buat segenap masyarakat.

Sebanyak 19 juta penduduk di Indonesia mengalami kelaparan. Hal ini memperlihatkan bahwa keadilan pangan belum sepenuhnya menyentuh segala warga Indonesia.
Hendro Utomo, Founder FOI, menyampaikan bahwa mengatasi permasalahan keadilan pangan perlu keterlibatan dari seluruh elemen masyarakat.

“Kita perlu bahu-membahu menangani permasalahan ini. FOI sebagai lembaga masyarakat giat menggandeng pihak pemerintah dan dunia usaha bagi menjalankan program-program mengatasi permasalahan keadilan pangan,” kata Hendro, Jakarta, baru – baru ini.

Foodbank of Indonesia (FOI) yg didirikan pada tahun 2015, berinisiatif buat menolong masalah gizi pada anak dan melakukan edukasi kepada keluarga. Salah satunya melalui program Sayap Dari Ibu (SADARI). SADARI adalah program intervensi gizi harian bagi anak terutama usia 2-5 tahun dan edukasi kepada orang tua mengenai gizi dan pola asuh.

Salah satu perusahaan yg terpanggil bagi membangun masa depan pangan Indonesia yg lebih baik adalah Esri Indonesia, perusahaan yg yaitu pemimpin dalam teknologi Geographic Information System (GIS). Kerja sama yg dikerjakan antara FOI dengan Esri Indonesia adalah dalam bentuk peluncuran aplikasi. Teknologi ArcGIS platform yg dimiliki oleh Esri Indonesia yaitu sebuah teknologi terintegrasi yg bisa menolong FOI dalam menyediakan wadah pengumpulan data dan
menyampaikan informasi.

Teknologi ArcGIS yaitu sebuah aplikasi yg terintegrasi buat menolong FOI dalam menyediakan wadah pengumpulan data dan mengatakan informasi.
CEO Esri Indonesia, Achmad Istamar, mengungkapkan bahwa kerjasama ini diharapkan bisa menolong meningkatkan kepedulian masyarakat dan merintis terbukanya akses pangan di Indonesia melalui aplikasi ArcGIS.

“Melihat permasalahan keadilan pangan, stunting, gizi kurang dan sebagainya, Esri Indonesia terdorong bagi berkontribusi menolong mengatasi permasalahan tersebut melalui teknologi geospasial sesuai dengan bidang keahlian kami,” katanya.

Melalui aplikasi ini, FOI mampu melakukan survey terkait social mapping dan mendata calon relawan yg ingin mendaftar di segala Indonesia. Selain itu, aplikasi ini juga bisa memantau salah satu program FOI merupakan SADARI (Sayap Dari Ibu) program yg bertujuan bagi menolong mengurangi balita kurang gizi.

Melalui ArcGIS, FOI dapat mengetahui keberadaan dan jumlah balita dengan status gizi buruk dan jumlah balita yg telah berkecukupan gizi. Esri Indonesia dengan keahlian dalam bidang teknologi geospasial tersebut mengukuhkan kontribusi postifnya dengan pemanfaatan teknologi ArcGIS platform. (tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin