Masyarakat Harus Berperan Aktif Cegah TBC

Jakarta – Memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia 2018, masyarakat diajak buat berperan aktif bagi mencegah dan pengendalikan penyakit TBC (tuberkulosis).

Peduli TBC, Indonesia Sehat adalah tema Indonesia dalam peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia 2018. Tema ini ingin mengajak segala pihak dan anggota masyarakat bagi turut berperan aktif dalam gerakan TOSS TBC sebagai upaya pencegahan dan pengendalian TBC. TOSS TBC (Temukan Obati Sampai Sembuh) adalah gerakan buat menemukan pasien sebanyak mungkin dan mengobatinya sampai sembuh sehingga rantai penularan di masyarakat mampu dihentikan.

Dr. Anung Sugihantono, M.Kes, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit ketika ditemui di Stasiun Kota, Jakarta, Rabu, (21/03/2018), menyatakan penemuan masalah selalu ditingkatkan secara intensif baik yg dikerjakan fasilitas punya pemerintah maupun swasta.

“Kemudian melakukan pendekatan terpadu layanan TBC dengan layanan kesehatan lainnya serta dikerjakan juga penemuan aktif melalui pendekatan keluarga. Upaya ini didukung dengan edukasi selalu menerus melalui berbagai kegiatan,” papar Anung.

Dukungan pihak di luar kesehatan sangat berarti buat program pencegahan dan pengendalian penyakit TBC. Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api, Drs. Zulmafendi, MSc mengatakan pemanfaatan sarana transportasi publik, dalam hal ini adalah moda kereta-api, buat edukasi TBC. Hal ini adalah dalam rangka mendukung upaya Pemerintah memberikan Edukasi TBC buat masyarakat.

Perlu diketahui, tuberkulosis penyakit lama yg masih menjadi pembunuh terbanyak di antara penyakit menular. Dunia pun masih belum bebas dari TBC. Berdasarkan laporan WHO 2017 diperkirakan ada 1.020.000 masalah di Indonesia, namun baru terlaporkan ke Kementerian Kesehatan sebanyak 420.000 kasus.

Mereka yg belum diperiksa dan diobati mulai menjadi sumber penularan untuk orang di sekitarnya. Hal ini yg menyebabkan seakan-akan persoalan TBC tidak kunjung selesai. Dunia ingin mencapai eliminasi TBC pada tahun 2030 dan Indonesia turut berkomitmen mencapainya.

Besar dan luasnya permasalahan akibat TBC mengharuskan segala pihak bagi mampu berkomitmen dan bekerjasama dalam melakukan pencegahan dan pengendalian TBC.

“Kerugian yg diakibatkannya sangat besar, bukan cuma dari aspek kesehatan semata tapi juga dari aspek sosial maupun ekonomi. Dengan demikian TBC yaitu ancaman terhadap cita-cita pembangunan dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat secara menyeluruh, karenanya perang terhadap TBC berarti pula perang terhadap kemiskinan, ketidakproduktifan, dan kelemahan akibat TBC,” tambah Anung.(tka)

Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin