Membahas Fakta Sebenarnya Seputar Serangan Jantung

Tangerang-Serangan jantung masih menjadi momok buat masyarakat. Banyak persepsi bermunculan seputar penyakit yg disebut sebagai “the silent killer” ini karena banyak kejadian yg menyebabkan serangan jantung.

Menurut data, angka kematian di semua dunia akibat penyakit ini mencapai 17,9 juta orang per tahunnya. Banyak kejadian, masalah serangan penyakit jantung diakibatkan karena lambannya penanganan. Beragam keterangan hoax yg beredar di masyarakat terutama ketika seseorang terkena serangan jantung justru membuat penderita tak tertolong.

“Salah satu mitos yg paling top adalah ketika seseorang terkena serangan jantung, penanganan awalnya dengan cara batuk. Ini salah besar, enggak ada hubungannya antara serangan jantung dengan batuk,” kata dokter Vito Anggarino Damay, SpJP(K), M.Kes, FIHA, FICA ketika peluncuran buku “Sebelum Anda Pergi Ke Dokter Jantung” di Karawaci, Tangerang, baru-baru ini.

Dokter yg juga presenter Ayo Hidup Sehat TV One ini mengatakan, penyebab penting serangan jantung adalah adanya penyempitan pembuluh darah di jantung. Menurut Vito, cara yg paling tepat adalah langsung membawa sang pasien ke rumah sakit agar mendapat penanganan dengan tepat.

“Yang paling benar, langsung bawa ke rumah sakit,” ucap Vito yg didampingi Ketua Forum Ikatan Alumni Kedokteran Seluruh Indonesia dr. Doddy Partomihardjo dan Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia cabang Banten dr. Roy Christian.

Banyaknya mitos dan keterangan yg tak jelas seputar serangan penyakit jantung membuat Vito merasa tergerak hati buat membuat sebuah buku. Buku berjudul “Sebelum Anda Pergi Ke Dokter Jantung” diharapkan memberi penjelasan dan membuka wawasan masyarakat perihal penyakit jantung.

“Ini bagian dari tanggung jawab aku sebagai seorang dokter. Saya berharap buku ini dapat membantu masyarakat umum, kader kesehatan, paramedis maupun dokter agar lebih cerdas dan bagian dari edukasi agar tak mempercayai mitos dan berita hoax,” kata dosen tetap Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan (UPH) ini.

Buku ini disebut Vito 100 persen ilmiah tetapi dikemas dengan bahasa ringan yg mampu dimengerti masyarakat awam.

“Saya seperti berbicara dengan masyarakat biasa, bukan seperti dengan mahasiswa-mahasiswa aku di kampus,” ujarnya.

Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia cabang Banten dr. Roy Christian yg hadir dalam kesempatan itu juga memberikan tips apabila seseorang terkena serangan jantung.

“Segera minum tiga sampai empat pil obat pengencer darah. Tapi ini bukan bagi mengobati, cuma penanganan sementara saja. Penanganan lanjutannya tetap harus langsung ke rumah sakit,” demikian dokter Roy. [adc]
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin