Mitos Dan Fakta Tentang ASI Dan MPASI

Jakarta – Menjadi Ibu baru memang belum memiliki banyak pengalaman. Terkadang, perasaan bingung kerap menghampiri.

Ini berlaku pula terhadap pemberian Air Susu Ibu (ASI) dan MPASI (Makanan Pendamping ASI). Dalam kesempatan ini, dr. Yoga Devaera, seperti yg dikutip dari siaran pers yg diterima dari Philips, Jakarta, Rabu, (08/08/2018), memaparkan beberapa mitos seputar ASI dan MPASI yg tidak jarang beredar, antara yang lain :

1. Mitos Ibu menyusui cuma boleh mengonsumsi makanan hambar

Benar, bahwa ibu menyusui harus memperhatikan apa yg ia makan, tapi tak berarti harus ada banyak pantangan. Ibu mampu memakan makanan yg mereka suka, selama tak berpengaruh buruk ke kesehatan ibu (misalnya makanan yg mampu menyebabkan alergi).

Bahkan, ada keuntungan tersendiri dari Ibu yg tak terlalu banyak pantangan saat menyusui. Selain membuat Ibu senang karena dapat memakan beragam makanan dan mengurangi stress sehingga produksi ASI lebih lancar, si kecil nantinya tak mulai tumbuh menjadi anak yg pilih-pilih makanan, karena telah diperkenalkan dengan berbagai rasa.

2. Mitos Ibu harus berenyi menyusui saat sedang sakit

Tidak menyusui selama sakit bukan berarti bayi tak mulai tertular penyakit ibu. Di ketika ibu menyadari bahwa ia tak sehat, si kecil kemungkinan telah akan terpapar dengan virus atau bakteri penyebab infeksi. Malahan, menyusui saat sedang sakit mulai memberikan antibodi pelindung yg mulai menjaga bayi tetap sehat.

3. Mitos setelah kembali bekerja, Ibu harus menyapih bayi

Tentunya hal ini tak benar. Jika Ibu berkomitmen bagi memerah ASI, dia tetap dapat memberikan ASI buat si kecil selama yg dia inginkan. Ibu mampu memerah dua hingga tiga jam sekali di sela pekerjaan.

Ibu tetap menyusui di pagi hari sebelum berangkat dan di malam hari. Hal ini mulai menjaga produksi ASI ibu tak berkurang setelah kembali bekerja. Jangan lupa akan menabung ASI sebelum masa cuti berakhir.

4. Mitos MPASI harus terdiri dari banyak buah dan sayur saja

Selain karbohidrat bayi juga membutuhkan tambahan protein dan terutama zat besi dari makanannya. Zat besi sangat utama bagi kecerdasannya.

Zat besi pada sayuran hijau mempunyai penyerapan yg buruk sedangkan zat besi dalam daging merah mempunyai penyerapan yg baik. Apabila si kecil cuma diberikan buah dan tim sayur, makin lama si kecil makin kekurangan zat besi dan protein.

Ibu tak perlu khawatir pada usia 6 (enam) bulan saluran cerna bayi telah bersiap mencerna sumber protein hewani. Jadi, pastikan MPASI mengandung sumber protein hewani dan sumber zat besi seperti daging merah atau ati ayam.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin