Musik Berpengaruh Pada Kesehatan Dan Olahraga

New Delhi – Musik menjadi salah satu yg tak mampu dipisahkan dari orang lain.

Mengutip dari zeenews, Rabu (07/03/2018), setiap orang pasti pernah kelihatan memakai earphone ketika berada di gym, taman, dan lainnya.

Sementara studi sebelumnya pada bulan Februari tahun ini, sudah meminta praktik mendengarkan musik sembari berolahraga dengan tak aman menyampaikan bahwa hal itu mampu mengubah gelombang otak, sebuah penelitian baru sudah mendorong melalui mana menyampaikan bahwa musik mampu menolong Anda bekerja lebih lama.

Sebuah tim peneliti, termasuk salah satu yang berasal India, menyarankan agar mendengarkan musik ketika berolahraga bisa menolong Anda berolahraga lebih lama daripada mereka yg tak bermain musik di telinga mereka.

Sebelum ini, berbagai penelitian sudah mengkonfirmasi hasil yg sangat efektif dalam hal sifat penyembuhan musik dalam situasi stres emosional dan atau mental.

Ini tak cuma berdampak pada manusia tetapi juga pada hewan, yg juga banyak macam penelitian.

Menurut studi tersebut, musik bisa memiliki dampak kuat pada suasana hati, memberi sinyal pada otak bagi melepaskan bahan kimia yg merangsang dan memberi energi.

Menjadi tak aktif atau tak berolahraga di samping tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, merokok, dan obesitas sebagai satu dari lima faktor risiko penting penyakit kardiovaskular.

“Setidaknya dalam skala kecil, penelitian ini memberikan beberapa bukti bahwa musik mampu menolong berfungsi sebagai alat tambahan bagi menolong memotivasi seseorang bagi berolahraga lebih banyak, yg sangat utama buat kesehatan jantung,” kata penulis penting Waseem Shami, seorang kardiologi di Texas Tech. Ilmu Kesehatan Universitas di AS.

Untuk penelitian ini, bagi dipresentasikan di American Scientific’s 67 Tahunan Scientific Session di Orlando, tim secara acak memilih 127 pasien jantung dalam dua kelompok buat uji stres treadmill rutin elektrokardiogram (EKG) dan ditugaskan buat mendengarkan musik up-tempo atau tak bermain musik selama tes stres mereka.

Hasilnya memperlihatkan bahwa waktu latihan secara signifikan lebih lama pada kelompok musik dibandingkan dengan kelompok kontrol, masing-masing 505,8 banding 455,2 detik – perbedaan absolut sekitar 50,6 detik.

Menurut para ahli, orang dewasa perlu melakukan aktivitas minimal 30 hari (aerobik) hampir setiap hari, termasuk berjalan cepat, berenang, bermain tenis, mengendarai sepeda, menari, aerobik air, berkebun dan bahkan mengerjakan pekerjaan rumah tangga yg sibuk.

“Temuan kalian memperkuat gagasan bahwa musik yg optimis memiliki efek sinergis dalam hal membuat Anda ingin berolahraga lebih lama dan tetap berolahraga sehari-hari,” kata Shami.

“Ketika dokter merekomendasikan olahraga, mereka mungkin menyarankan bagi mendengarkan musik juga,” katanya.(tka)

Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin