Neuropati Kini Melanda Usia Muda

Bogor – Neuropati adalah sebuah keadaan gangguan dan kerusakan pada saraf tepi. Lantas, bagaimana cara mengatasinya?

Menurut Ketua Umum PP PERDOSSI, Prof. Dr. dr. Moh. Hasan Machfoed, Sp.S(K), M.S, neuropati yaitu keadaan gangguan dan kerusakan saraf tepi yg mampu disebabkan oleh trauma pada saraf, efek samping dari suatu penyakit sistemik, atau karena kekurangan vitamin B1, B6 dan B12.

“Kondisi ini bisa dicegah dengan mengkonsumsi makanan bergizi dan vitamin neurotropik, melakukan senam kesehatan saraf Neuromove secara rutin, istirahat cukup, dan cek kesehatan saraf sejak dini,” ujar Prof. Dr. dr. Moh. Hasan Machfoed, Sp.S(K), M.S, Bogor, baru-baru ini.

Tema kampanye Bergerak Bersama #LawanNeuropati menjadi utama karena memperlihatkan sinergi dan ajakan untuk seluruh pihak bagi meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai neuropati. Hal ini bagi bersama – sama memberikan edukasi yg positif kepada masyarakat bagi selalu bergerak dan melawan serta cegah penyakit neuropati.

Menurut dr. Asijikin Iman Hidayat Dachlan, MHA, Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, mengatakan, ketika ini, Neuropati akan diderita oleh mereka di usia yg lebih muda. Padahal Neuropati mampu dicegah, dengan cara menerapkan gaya hidup sehat bagi cegah penyakit dan lakukan deteksi dini.

“Saya menghimbau kepada segala masyarakat bagi secara aktif menerapkan gaya hidup sehat dan jalankan pesan CERDIK. CERDIK itu adalah Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktifitas fisik, Diet sehat dengan kalori seimbang, Istirahat cukup, Kelola stress dengan baik,” kata Asijikin.

Sejak tahun 2016, Pemerintah juga sudah mencanangkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Ajak segala keluarga buat melakukan aktifitas fisik selama 30 menit perhari, mengkonsumsi buah dan sayur serta periksa kesehatan secara rutin. Sebarkan kebiasaan baik ini kepada teman, tetangga dan lingkungan sekitar Anda.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin