Olahraga Teratur Kurangi Risiko Serangan Jantung

London – Olahraga harian mampu mengurangi risiko serangan jantung bahkan di daerah yg tercemar.

Mengutip dari zeenews, Senin, (10/09/2018), sebuah studi menjelaskan, aktivitas fisik secara teratur bisa mengurangi risiko serangan jantung, bahkan di daerah dengan tingkat polusi dulu lintas menengah ke tinggi.

“Sementara olahraga diketahui bisa mengurangi risiko penyakit kardiovaskular, polusi bisa meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk serangan jantung, asma dan penyakit paru-paru obstruktif kronik,” kata Nadine Kubesch dari University of Copenhagen di Denmark.

“Saat ini ada sedikit data tentang apakah kualitas udara yg buruk membatalkan manfaat perlindungan dari aktivitas fisik dalam mencegah serangan jantung,” kata Kubesch, penulis penting studi yg dipublikasikan dalam Journal of American Heart Association.

Para peneliti di Denmark, Jerman dan Spanyol mengevaluasi tingkat aktivitas fisik luar ruangan (olahraga, bersepeda, berjalan dan berkebun) dan paparan nitrogen dioksida (NO2 polutan yg dihasilkan oleh dulu lintas) pada 51.868 orang dewasa, berusia 50-65.

Selama periode 17,7 tahun, ada 2.936 serangan jantung pertama dan 324 serangan jantung berulang.

Para peneliti menemukan tingkat polusi yg lebih tinggi dikaitkan dengan lebih banyak serangan jantung, namun, risiko itu lebih rendah di antara mereka yg aktif secara fisik.

Bersepeda selama empat jam atau lebih per pekan mengurangi risiko serangan jantung berulang sebesar 31 persen,dan ada penurunan 58 persen saat seluruh empat macam aktivitas fisik (bersama-sama berjumlah empat jam per pekan atau lebih) digabungkan, terlepas dari kualitas udara.

Mereka yg berpartisipasi dalam olahraga memiliki tingkat serangan jantung awal 15 persen lebih rendah dan ada 9 persen pengurangan risiko yg terkait dengan bersepeda, terlepas dari kualitas udara, kata para peneliti.

Dibandingkan dengan peserta dengan paparan NO2 perumahan yg rendah, mereka yg berada di daerah berisiko tinggi memiliki 17 persen peningkatan risiko pada serangan jantung pertama dan 39 persen buat serangan jantung berulang.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin