Pangan Bergizi Dan Gaya Hidup Sehat Penting

Jakarta – Penyediaan pangan bergizi dan pendidikan pola hidup sehat sangat utama diterapkan sejak dini kepada masyarakat Indonesia.

Hal tersebut menjadi salah satu kontribusi pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat pedesaan di Indonesia yg dikerjakan oleh Cargill. Selain dua fokus tersebut, ada penguatan dan pemberdayaan petani kecil serta perlindungan dan pelestarian ekosistem juga menjadi perhatian.

“Kami berkomitmen dan berupaya buat senantiasa mengembangkan program yg bisa memberikan pengaruh positif buat masyarakat di negara tempat kalian beroperasi, khusunya buat komunitas di pedesaan,” kata Arief Susanto, Country Representative Cargill buat Indonesia, Jakarta, Jumat, (31/08/2018).

Kotribusi tersebut menjadi fokus yg dikerjakan sesuai dengan komitmen bagi mendukung United Nations – Sustainable Development Goals.

“Kontribusi kalian juga diselaraskan dengan komitmen buat mendukung United Nations – Sustainable Development Goals, melalui kerja sama dengan Pemerintah, LSM maupun pemangku kepentingan lainnya,” tambahnya.

Beberapa program yg digarisbawahi meliputi :

1. Dukungan terhadap petani kakao, kelapa sawit dan kelapa melalui pelatihan Good Agricultural Practices (GAP), tumpang sari dan peningkatan kemampuan pengelolaan perkebunan yg menolong mereka lebih sukses dan berkelanjutan.

2. Program peningkatan gizi, yg dikerjakan bersama oleh Cargill dan World Food Programme (WFP) merupakan Program makanan bagi anak sekolah – school meals programme memamerkan hasil yg amat positif di dalam mendukung siswa sekolah dasar di Indonesia bagi meningkatkan gizi dan kebersihan. Sebanyak 76.000 paket makanan sehat dibagikan bagi anak sekolah di tiga propinsi. Program ini turut mendukung Program Gizi Anak Sekolah (PROGAS).

3. Selesainya program penanaman pohon di berbagai lokasi di Indonesia dengan sudah ditanamnya 150,000 pohon sejak tahun 2014. Berbagai macam pohon tanaman produksi seperti kelapa, kakao maupun pohon buah-buahan sudah ditanam. Program ini memberikan dukungan terhadap keberlanjutan, keanekaragaman hayati dan keberlangsungan hidup masyarakat sekitar, serta dukungan terhadap ekosistem seperti persediaan air tanah.

4. Pengembangan ekonomi dan sosial masyarakat melalui transformasi pendidikan, kesehatan, penghidupan dan infrastruktur. Sebanyak 6000 murid-murid menikmati pendidikan di 42 Sekolah yg dikelola Cargill di Sumatera Selatan dan Kalimantan Barat. Sejak 2014 Cargill sudah mendonasikan 60,000 buku, merenovasi 101 sekolah dan 55 perpustakaan. Sedangkan di sisi ekonomi dikerjakan pembinaan untuk peternak ayam, ikan, kambing dan budidaya sayuran. Di Jawa Timur juga dikerjakan pengembangan desa Batik yg menghidupkan warisan seni tradisional berbasis pengrajin lokal. Di bidang pembangunan infrastruktur sudah dibangun 400 km jalan, renovasi 43 fasilitas publik dan pembangunan 46 fasilitas air bersih.

5. Keterlibatan karyawan Cargill sebagai sukarelawan bekerjasama dengan mitra bagi melakukan perubahan. Karyawan terlibat dalam berbagai kegiatan seperti penanaman pohon dan bakau ketika Hari Bumi, Pembersihan wilayah pantai di Amurang, Minahasa Selatan. Pendistribusian makanan sehat dan pelatihan gaya hidup bersih buat para siswa SD. Para siswa tergabung dalam wadah Cargill Care Councils.

“Program Tanggung Jawab perusahaan maupun pembangunan berkelanjutan mulai mampu menolong serta mendukung dan meningkatkan kehidupan masyarakat, kalian mendorong organisasi-organisasi dan para pemangku kepentingan yang lain bagi saling bekerjasama, sehingga kami mampu memberikan hasil yg lebih besar dan cakupan yg lebih luas buat Indonesia yg lebih baik”, tambah Arief Susanto.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin