Pasien Limfoma Hadapi Masalah Harga Obat Mahal

Jakarta – Salah satu persoalan nyata yg dihadapi oleh pasien limfoma adalah mahalnya harga obat-obatan.

PT. Ferron Par Pharmaceuticals sebagai salah satu pemasar obat kanker bagi terapi limfoma sudah memproduksi obat hasil pengembangan bendamustin, yakni Fonkomustin.

“Obat ini adalah produksi PT Fonko International Pharamceuticalsbagian dari Dexa Group juga, yg dikembangkan oleh saintis Indonesia. Produk ini sangat baik bagi penderita limfoma dan dahulu sebelum Fonko memproduksi, produk ini tak dijual di Indonesia. Inilah yg menjadi latar belakang, supaya penderita limfoma mampu gampang mendapatkannya di Indonesia,” kata Presiden Direktur PT Ferron Par Pharmaceuticals Krestijanto Pandji, Jakarta, Sabtu, (15/09/2018).

Masih menurutnya, karena diproduksi di Indonesia, otomatis harga obat lebih terjangkau. Harapannya untuk para penderita limfoma mendapatkan kualitas hidup yg lebih baik dengan bendamustin-rituximab, dibandingkan kemoterapi standar yg memiliki lebih banyak efek samping.

Bendamustin yg diproduksi sejak 2014 dan diluncurkan di awal 2018 tersebut diproduksi dengan kualitas standar Eropa dan ketika ini tengah diproses masuk formularium nasional sehingga bisa digunakan langsung oleh pasien BPJS.

Produk tersebut kini digunakan bagi pasien limfoma dan direkomendasikan di Rumah Sakit Kanker Dharmais.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin